Ternyata, Satu Kebiasaan Sederhana Orang Tua Bisa Membentuk Cara Anak Mencintai Lho

Parenting / 28 September 2026

Ternyata, Satu Kebiasaan Sederhana Orang Tua Bisa Membentuk Cara Anak Mencintai Lho
Sumber: Canva Teams | pondsaksitphotos
Claudia Jessica Official Writer
730

Ketika makan bersama di food court, sepasang suami istri memperhatikan keluarga kecil yang ada di sebrang mereka. Perhatian mereka tertuju kepada seorang ayah bersama dua anaknya sedang duduk menunggu makanan, sementara sang ibu mondar-mandir membawa makanan ke meja lalu kembali lagi mengambil minuman.

Iseng, pasangan ini menebak, “Kira-kira mereka bakal nunggu ibunya nggak buat makan bareng?”

Ternyata tidak. Sang ayah dan anak-anak langsung mulai makan.

Awalnya mungkin terlihat seperti kejadian biasa. Namun dari kejadian itu, muncul pemikiran bahwa perihal tersebut bukan cuma tentang suami membantu istri. Anak-anak yang duduk di sana juga sedang melihat dan belajar.

 

BACA JUGA: Anak Itu Berkat, Bukan Beban. Tapi Mengapa Parenting Terasa Begitu Berat?

 

Anak Belajar dari Apa yang Mereka Lihat

Sebagai orang tua, kita mungkin sering mengajarkan anak untuk suka membantu, menghargai orang lain, atau suatu hari nanti memperlakukan pasangannya dengan baik. Tetapi ternyata, apa yang kita lakukan sehari-hari juga punya peran penting.

Sebuah penelitian longitudinal terhadap keluarga dan anak berusia enam tahun menemukan bahwa perilaku ayah dan ibu dalam menjalankan peran di rumah berkaitan dengan bagaimana anak memahami peran laki-laki dan perempuan. Bahkan, dalam penelitian tersebut, perilaku orang tua menjadi prediktor yang lebih kuat dibandingkan pandangan yang hanya mereka ungkapkan lewat kata-kata.

Sederhananya, anak bukan cuma mendengar. Mereka memperhatikan.

Hal ini terlihat dari pengalaman pasangan tadi di keluarganya sendiri. Sang ayah terbiasa membantu istrinya membawa barang, mengambil makanan, membersihkan meja, atau mengambilkan sesuatu ketika dibutuhkan.

Tidak ada pembagian tugas yang kaku. Kadang ibu mengambil makanan, ayah mengambil minuman. Kadang salah satunya lebih repot, yang lain langsung turun tangan.

Dan ternyata, anak laki-laki mereka mulai mengikuti kebiasaan tersebut. Ia yang sebelumnya cenderung cuek perlahan menjadi lebih ringan tangan membantu mamanya.

 

BACA JUGA: Inilah 4 Orang Tua dalam Alkitab yang Mendidik Anak Sesuai Kehendak Tuhan

 

Dari Rumah, Anak Mengenal Arti Partnership

Penelitian lain terhadap 326 anak usia 7–13 tahun juga menemukan bahwa pembagian pekerjaan rumah yang mereka lihat dari orang tua berkaitan dengan bagaimana anak memandang peran mereka sendiri di masa depan.

Salah satu temuannya menunjukkan bahwa ketika ayah menjalankan pembagian pekerjaan rumah yang lebih setara, anak perempuan cenderung memiliki aspirasi yang lebih sedikit terikat stereotip gender.

Tentu, ini bukan berarti ayah wajib membawakan tas ibu setiap saat atau pekerjaan rumah harus selalu dibagi tepat 50:50. Poinnya adalah anak melihat apakah ayah dan ibu bersedia saling membantu. Dari sanalah mereka mulai mengenal seperti apa partnership dalam sebuah keluarga.

Bahkan sebuah systematic review terhadap 40 penelitian menemukan adanya hubungan antara kualitas relasi yang seseorang alami bersama orang tuanya dengan bagaimana ia menjalani hubungan romantis ketika dewasa, termasuk dalam kualitas interaksi dengan pasangan.

Jadi mungkin, mengambilkan minuman, membawa belanjaan, membersihkan meja, atau membantu pasangan ketika kerepotan terlihat seperti hal kecil.

Anak mungkin bahkan tidak akan mengingat kejadian-kejadian itu satu per satu. Tetapi dari ribuan momen kecil yang mereka lihat di rumah, anak perlahan belajar tentang kasih, kepedulian, dan kerja sama.

Sebagai orang percaya, kita juga diingatkan untuk tidak hanya memperhatikan kepentingan diri sendiri, tetapi juga kepentingan orang lain (Filipi 2:4). Prinsip ini bisa dimulai dari rumah, lewat kebiasaan sederhana seperti saling membantu, saling memperhatikan, dan mau meringankan beban pasangan.

 

BACA JUGA: Belajar dari Ayah Peter Pan, Sudahkah Kita Menyiapkan Masa Depan Anak Saat Kita Tiada?

 

Ketika anak melihat kasih seperti ini setiap hari, mereka bukan hanya mendengar tentang kasih, tetapi melihat sendiri bagaimana kasih itu dilakukan. Dari sanalah mereka perlahan belajar bahwa mencintai berarti hadir, peduli, dan mau melayani.

Dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga. (Filipi 2:4)

 

Kalau kamu ingin belajar lebih dalam bagaimana membangun hubungan yang sehat di rumah dan menjadi teladan yang baik bagi anak, The Parenting Project bisa menjadi ruang belajar yang membantu. Lewat materi parenting yang praktis dan berlandaskan nilai-nilai Firman Tuhan, orang tua diajak memahami bahwa perubahan besar dalam keluarga sering kali dimulai dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari. Kunjungi: https://theparentingproject.id/

 

Sumber : Berbagai sumber | Jawaban.com
Halaman :
1

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?