Pernah Ingin Menyerah, Ini yang Membuat Pernikahan Yosi dan Aprilla Mokalu Bertahan

Marriage / 28 September 2026

Pernah Ingin Menyerah, Ini yang Membuat Pernikahan Yosi dan Aprilla Mokalu Bertahan
Sumber: Youtube Good Friends
Aprita L Ekanaru Official Writer
804

Tidak semua pernikahan yang terlihat baik-baik saja ternyata selalu berjalan mulus. Yosi Mokalu dan Aprilla Mokalu pun pernah berada di titik ketika keduanya merasa sangat lelah dan ingin menyerah dalam pernikahan.

Aprilla mengaku pernah sampai pada kondisi di mana ia tidak lagi marah atau menangis. Ia hanya merasa habis.

“Nomor satu itu lelah. Lelah secara fisik, lelah secara hati, lelah secara kayaknya kepalanya mau pecah,” ungkapnya. Ia juga sempat merasa seluruh perjuangan dan pertengkaran yang sudah dilalui seperti sia-sia karena masalah yang sama terus muncul.

Namun seiring waktu, Aprilla belajar membedakan satu hal penting: merasa sangat lelah menghadapi konflik tidak selalu berarti sudah tidak mencintai pasangan.

Dalam perjalanan pernikahan mereka, salah satu masalah terbesar yang dihadapi adalah komunikasi. Aprilla merasa berbicara dengan Yosi sering kali seperti berbicara dengan tembok. Sementara Yosi mengakui dirinya bukan orang yang mudah mengungkapkan isi hati.

Ketika konflik terjadi, rasa sakit, ego, dan keinginan membela diri juga membuat komunikasi semakin sulit. Yosi akhirnya menyadari bahwa salah satu perjuangan terbesarnya justru adalah mengalahkan dirinya sendiri.

Ia mulai belajar bahwa memperjuangkan pernikahan berarti tidak selalu memenangkan pendapat, tetapi berusaha benar-benar mendengar apa yang dirasakan pasangan.

Masalah mereka tidak selesai hanya dengan mencoba berdua. Pada satu titik, Yosi dan Aprilla memutuskan mencari bantuan melalui marriage therapist.

Bagi mereka, keputusan itu bukan berarti iman mereka kurang. Sebaliknya, terapi menjadi ruang aman untuk belajar memahami latar belakang, luka, dan pola komunikasi masing-masing.

 

BACA JUGA: Saat Denny Sumargo Ragu, Olivia Istrinya Justru Bilang, “Aku Percaya Kamu”

 

Aprilla bahkan mengaku setelah menjalani proses tersebut, ia mulai memahami mengapa Yosi berpikir dan bereaksi dengan cara tertentu.

“I have a better understanding of siapa yang saya nikahkan,” katanya.

Perjalanan itu juga membuat mereka menyadari bahwa ekspektasi dapat menjadi sumber tekanan dalam pernikahan. Apa yang dilihat dari kehidupan orang lain, tontonan, bacaan, hingga anggapan tentang apa yang “seharusnya” sudah dimiliki pada usia tertentu bisa perlahan mendistorsi cara seseorang melihat pasangannya.

Di tengah masa terendah tersebut, satu pelajaran rohani yang sangat menguatkan Aprilla datang dari Keluaran 14:14 dan Mazmur 46:10: belajar untuk diam dan memberi ruang bagi Tuhan bekerja.

Menurutnya, saat seseorang sedang marah, kecewa, dan terluka, bukan waktu terbaik untuk terburu-buru mengambil keputusan besar.

“Jangan bikin keputusan permanen di saat kamu merasakan semua perasaan yang tidak permanen,” pesannya.

 

BACA JUGA: Audi Marissa dan Anthony Xie Berpisah, Pernikahan Bisa Retak Diam-diam?

 

Bagi Yosi dan Aprilla, bertahan bukan berarti menutup mata terhadap masalah. Bertahan berarti berani menghadapi masalah, mencari pertolongan, belajar berubah, dan tetap memberi kesempatan bagi pasangan, diri sendiri, serta pernikahan untuk dipulihkan.

Kalau saat ini kamu sedang lelah menghadapi konflik dalam pernikahan, bingung harus mengambil langkah apa, atau hanya butuh tempat aman untuk bercerita, kamu tidak harus menjalaninya sendirian. Layanan Doa Sahabat24 siap mendengarkan, mendoakan, dan mendampingi kamu dengan penuh kasih. 

Sumber : Youtube Good Friends
Halaman :
1

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?