Sebuah rekaman CCTV memperlihatkan seorang ibu sedang menggendong bayinya di dalam rumah. Setelah meletakkan sang bayi di area bermain, perempuan tersebut berjalan beberapa langkah sebelum kehilangan keseimbangan dan akhirnya pingsan tidak jauh dari anaknya.
Beruntung, bayi tersebut sudah lebih dulu berada di tempat yang aman. Namun kejadian ini menimbulkan satu pertanyaan penting: bagaimana jika seorang ibu kehilangan kesadaran ketika masih menggendong bayinya, sedang memandikannya, berada di tangga, atau melakukan aktivitas lain yang berisiko?
BACA JUGA: Belajar dari Ayah Peter Pan, Sudahkah Kita Menyiapkan Masa Depan Anak Saat Kita Tiada?
Belum diketahui apa yang menyebabkan perempuan tersebut pingsan. Karena itu, kita tidak bisa langsung menyimpulkan bahwa kelelahan adalah penyebabnya. Meski begitu, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kondisi fisik ibu tidak boleh terus dianggap nomor dua setelah kebutuhan anak.
Saat Ibu Terlalu Lelah, Anak Juga Bisa Terkena Dampaknya
Merawat bayi memang membutuhkan banyak energi. Waktu tidur yang terpotong karena menyusui, pekerjaan rumah, pekerjaan kantor, hingga berbagai kebutuhan anak dapat membuat tubuh ibu terus bekerja tanpa mendapatkan pemulihan yang cukup.
Masalahnya, dampak kelelahan bukan hanya dirasakan oleh ibu.
Ketika tubuh sudah sangat lelah, konsentrasi dan kewaspadaan bisa menurun. Ibu bisa menjadi kurang fokus saat menggendong anak, menyiapkan makanan, memandikan bayi, atau menjaga anak bermain. Dalam kondisi tertentu, risiko terjatuh, salah meletakkan barang berbahaya, atau tertidur saat menjaga bayi juga dapat meningkat.
Kelelahan juga bisa memengaruhi respons emosional. Saat energi sudah habis, seseorang cenderung lebih mudah tersinggung, kehilangan kesabaran, atau kesulitan memberikan respons yang tenang ketika anak menangis dan rewel.
Bukan berarti ibu yang kelelahan adalah orang tua yang buruk. Justru kondisi inilah yang menunjukkan bahwa pengasuhan anak tidak seharusnya dibebankan kepada satu orang terus-menerus.
Merawat kesehatan ibu juga merupakan bagian dari menjaga keselamatan dan kebutuhan anak.
Jangan Tunggu Sampai Tubuh Menyerah
Sayangnya, masih ada anggapan bahwa kelelahan adalah bagian yang “harus diterima” seorang ibu. Akibatnya, rasa lemas, pusing, kurang tidur, bahkan kondisi tubuh yang terus menurun sering kali diabaikan.
Padahal ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan sebelum tubuh benar-benar kehabisan tenaga.
Pertama, manfaatkan waktu untuk beristirahat. Tidak semua waktu ketika anak tidur harus digunakan untuk membersihkan rumah atau menyelesaikan pekerjaan. Jika kondisi memungkinkan, gunakan sebagian waktu tersebut untuk tidur atau sekadar berbaring.
Kedua, berbagi tugas pengasuhan. Pasangan atau anggota keluarga dapat mengambil giliran menjaga anak agar ibu memiliki waktu untuk tidur, mandi, makan dengan tenang, atau memulihkan tenaga.
Ketiga, jangan menunda makan dan minum. Kesibukan mengurus anak sering membuat ibu baru makan ketika sudah sangat lapar. Usahakan tetap makan secara teratur, mengonsumsi makanan bergizi, dan memenuhi kebutuhan cairan.
Keempat, turunkan standar pekerjaan rumah untuk sementara. Rumah tidak harus selalu sempurna. Cucian atau pekerjaan rumah tertentu masih bisa menunggu. Kondisi fisik ibu jauh lebih penting.
BACA JUGA: Anak Saya Biasa-Biasa Saja, Haruskah Saya Khawatir?
Lalu bagaimana dengan vitamin?
Vitamin atau suplemen bukan solusi otomatis untuk setiap rasa lelah. Kebutuhannya bergantung pada kondisi masing-masing ibu. Jika rasa lelah sangat berat, berlangsung lama, atau terus muncul meski sudah beristirahat, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mengetahui penyebabnya.
Kenali Tanda Tubuh Membutuhkan Pertolongan
Pusing atau pingsan, rasa lelah yang sangat berat, sesak napas, jantung berdebar cepat, sakit kepala hebat, gangguan penglihatan, demam, atau perdarahan berlebihan setelah melahirkan bukan kondisi yang sebaiknya disepelekan.
Jika muncul keluhan tersebut, terutama pada masa setelah melahirkan, segera cari pertolongan medis.
Seorang ibu memang terbiasa memastikan anaknya aman, kenyang, bersih, dan mendapatkan semua kebutuhannya. Namun jangan sampai dalam proses merawat anak, ibu terus mengabaikan tubuhnya sendiri.
Karena ketika ibu mendapatkan cukup istirahat, nutrisi, dukungan, dan pertolongan saat dibutuhkan, yang sedang ia jaga bukan hanya kesehatannya sendiri, tetapi juga keselamatan anak yang setiap hari berada dalam pengasuhannya.
Sumber : Jawaban.comIkuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!