Andrey Thunggal pernah sampai di titik ketika keberadaan Tuhan tidak lagi terasa penting baginya. Bukan karena ia tidak pernah tahu tentang iman, tetapi karena ada banyak pertanyaan yang tidak menemukan jawaban.
Bagi Andrey, salah satu alasan seseorang bisa menjadi agnostik atau ateis adalah kekecewaan. Bukan hanya kecewa pada hidup, tetapi juga pada agama yang sering gagal memberi arah di tengah realita dunia yang penuh penderitaan.
“Mungkin kecewa. Kecewa pada kegagalan agama dalam memberikan direction terhadap realitas hidup ini,” ungkapnya.
BACA JUGA: Peringatan Bahaya Untuk Orangtua! 52% Anak Beresiko Tinggalkan Gereja
Ia melihat bagaimana agama kadang dipakai untuk menindas, mengeksploitasi, bahkan membenarkan kekerasan. Dari situ, muncul pertanyaan besar dalam dirinya. Kalau Tuhan ada, mengapa penderitaan tetap terjadi? Kalau agama membawa kebaikan, mengapa masih ada perang dan kebencian?
Andrey mengaku pernah berada dalam fase ateis dan agnostik. Pada satu titik, ia bahkan merasa tidak peduli apakah Tuhan ada atau tidak.
“Gua pernah ateis, iya. Tapi pernah agnostik karena ya I don't care lah mau Tuhan ada atau enggak,” katanya.
Namun pencarian Andrey tidak berhenti di sana. Ia mulai menyadari bahwa mungkin ia belum benar-benar belajar dengan utuh. Ia merasa selama ini banyak memahami iman hanya dari potongan-potongan informasi, bukan dari pencarian yang jujur dan mendalam.
BACA JUGA: Ibadah Ke Tanah Suci Tapi Hati Bimbang, Dade Bagikan Pergumulannya Jadi Pengikut Kristus
Di tengah proses itu, Andrey kembali memperhatikan sosok Yesus. Baginya, Yesus berbeda. Ia tidak datang untuk memaksa manusia beragama, tetapi menawarkan keselamatan. Ia hadir bukan dari tempat yang jauh dan aman, melainkan masuk ke tengah penderitaan manusia.
“Yesus pun tidak pernah paksa kita beragama,” ujarnya.
Dari sanalah Andrey mulai menemukan kembali alasan untuk percaya. Bukan karena semua pertanyaannya selesai dalam sekejap, tetapi karena ia melihat bahwa Yesus layak untuk dipercaya dan diikuti.
Cerita lengkap Andrey Thunggal di Podcast Superyouth bisa kamu tonton di YouTube Superyouth.
Sumber : YouTube SuperyouthIkuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!