Demo 27 Agustus yang dijadwalkan berlangsung di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2026), akan melibatkan sejumlah kelompok masyarakat dan mahasiswa. Menariknya, massa yang datang tidak membawa satu agenda yang sama. Ada yang menyoroti korupsi dan kebijakan pemerintah, ada yang membawa persoalan dari daerah, sementara kelompok lain justru datang untuk memberikan dukungan terhadap program pemerintah.
Setidaknya ada empat kelompok yang disebut akan menyampaikan aspirasi dalam demo 27 Agustus, yaitu Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM), Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Aliansi Masyarakat Depok Bersatu (AMDB), serta Relawan Madura Pengawal Program Presiden Prabowo (RMP4).
GERAM Bawa 10 Tuntutan
Salah satu kelompok yang akan hadir dalam demo 27 Agustus adalah Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat atau GERAM, yang terdiri dari 14 organisasi mahasiswa dan masyarakat sipil. Mereka mengusung tagar #MerebutKembaliIndonesia dan menjadwalkan aksi mulai pukul 14.00 WIB. GERAM menyebut aksi tersebut sebagai bentuk pengawasan masyarakat terhadap fungsi legislasi, pengawasan, dan anggaran DPR RI.
GERAM membawa sepuluh tuntutan. Di antaranya meminta pertanggungjawaban politik dan hukum pemerintahan Prabowo-Gibran atas kebijakan yang mereka nilai bermasalah, menghentikan dan mengevaluasi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) serta Makan Bergizi Gratis (MBG), dan menolak kebijakan pajak yang dianggap membebani masyarakat miskin dan pekerja.
Selain itu, mereka menuntut pendidikan dan kesehatan gratis serta berkualitas, penurunan harga kebutuhan pokok, kenaikan upah buruh, dan perlindungan yang lebih kuat bagi pekerja rumah tangga.
GERAM juga meminta penghentian perluasan peran militer di ruang sipil, penghentian kriminalisasi aktivis, serta penyitaan aset hasil korupsi agar dapat digunakan untuk kepentingan publik.
Isu bencana pun masuk dalam daftar tuntutan demo 27 Agustus yang dibawa GERAM. Mereka meminta bencana di Sumatra dan Nusa Tenggara Timur ditetapkan sebagai bencana nasional serta mendorong percepatan bantuan dan pemulihan bagi masyarakat terdampak.
AMPB Fokus pada RUU Perampasan Aset
Aliansi Masyarakat Pati Bersatu atau AMPB membawa tuntutan yang lebih terfokus dalam demo 27 Agustus. Salah satu agenda utama mereka adalah mendesak DPR segera mengesahkan RUU Perampasan Aset.
AMPB juga menuntut hukuman berat bagi pelaku korupsi dan meminta penuntasan perkara dugaan korupsi yang menjadi perhatian masyarakat Pati. Selain isu tersebut, mereka turut menyoroti pemblokiran rekening yang disebut digunakan untuk menampung donasi operasional aksi.
Dengan demikian, meski datang membawa persoalan yang berangkat dari daerah, tuntutan AMPB juga menyentuh persoalan nasional, terutama pemberantasan korupsi dan upaya merampas kembali aset yang berasal dari tindak pidana.
Massa Depok Bawa Tiga Tuntutan
Aliansi Masyarakat Depok Bersatu atau AMDB juga menjadikan pemberantasan korupsi sebagai perhatian utama. Mereka membawa tiga tuntutan, yaitu mendesak pengesahan RUU Perampasan Aset, meminta hukuman mati bagi koruptor, serta mendesak pemerintah menurunkan harga kebutuhan pokok.
Sekitar 2.000 warga sebelumnya direncanakan menggelar aksi di Kantor DPRD Kota Depok pada Rabu, 26 Agustus 2026. Setelah itu, sebagian massa akan bergabung dengan kelompok lain dalam demo 27 Agustus di Jakarta.
RMP4 Datang dengan Agenda Berbeda
Di tengah kelompok yang membawa kritik, Relawan Madura Pengawal Program Presiden Prabowo atau RMP4 justru memiliki agenda yang berbeda. Kelompok asal Bangkalan, Jawa Timur, ini datang untuk menyampaikan dukungan terhadap sejumlah program Presiden Prabowo.
Salah satunya adalah program Makan Bergizi Gratis atau MBG. Meski memberikan dukungan, RMP4 tetap meminta evaluasi terhadap pelaksanaannya. Mereka menilai sejumlah dapur MBG masih perlu diperbaiki agar kualitas dan pelaksanaan program tersebut semakin baik.
Beragam tuntutan tersebut menunjukkan bahwa demo 27 Agustus bukanlah aksi dengan satu suara. Ada kelompok yang mengkritik kebijakan pemerintah, membawa tuntutan pemberantasan korupsi dan kesejahteraan masyarakat, sementara kelompok lainnya datang dengan dukungan sekaligus masukan terhadap program pemerintah.
Perbedaan suara di ruang publik seharusnya tidak membuat kita terburu-buru memihak atau membenci kelompok tertentu. Alkitab mengajarkan umat Tuhan untuk memperjuangkan keadilan dan kebenaran, tetapi tetap melakukannya dengan kasih, hikmat, dan penguasaan diri.
Kiranya setiap orang yang ikut serta dalam demo 27 Agustus dapat menyampaikan aspirasi maupun mereka yang mengambil keputusan dapat mengutamakan kepentingan masyarakat, menjaga kedamaian, dan memakai suara serta kewenangan dengan penuh tanggung jawab.
Sumber : Berbagai sumber | Jawaban.comIkuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!