Banyak pasangan percaya bahwa komunikasi adalah kunci utama agar pernikahan tetap langgeng. Memang benar, komunikasi sangat penting. Namun faktanya, pasangan yang bisa berbicara dengan baik pun tetap dapat terluka, kecewa, bahkan berada di titik ingin menyerah.
Sebab dalam pernikahan, masalahnya tidak selalu tentang bagaimana menyampaikan sesuatu. Ada kalanya persoalan justru muncul dari luka yang terus tersimpan, kesalahan yang sulit dilupakan, atau harapan terhadap pasangan yang ternyata tidak terpenuhi.
BACA JUGA: Sudah Berkali-kali Memaafkan, Tapi Pasangan Tidak Berubah. Harus Bagaimana?
Lalu, apa yang sebenarnya membuat sebuah pernikahan mampu bertahan melewati semua itu?
Dalam sebuah perenungan yang disampaikan Romo Eko Wahyu OSC, ia mengutip jawaban sederhana dari Bunda Teresa ketika ditanya tentang rahasia pasangan hidup dapat bertahan dalam perkawinan.
Jawabannya hanya dua: “Pray and forgive.” Berdoa dan mengampuni. Mengapa Doa dan Pengampunan Harus Berjalan Bersama? Menariknya, Bunda Teresa tidak hanya mengatakan, “Berdoalah.”
Menurut Romo Eko, doa dan pengampunan sengaja ditempatkan bersama karena keduanya memiliki hubungan yang sangat erat.
“Orang hanya bisa mengampuni kalau berdoa. Karena pengampunan itu kekuatan dari Tuhan,” jelasnya.
Kalimat ini terasa sederhana, tetapi sangat relevan bagi kehidupan rumah tangga. Kita mungkin mudah mengatakan bahwa pasangan harus saling memaafkan. Namun ketika kitalah yang terluka, mengampuni tidak selalu semudah nasihat yang kita berikan kepada orang lain.
Ada perkataan pasangan yang masih teringat bertahun-tahun kemudian. Ada keputusan yang membuat kecewa. Ada janji yang tidak ditepati. Bahkan hal kecil yang terus berulang bisa perlahan membuat hati menjadi keras.
Di sinilah doa memiliki peran yang lebih dalam daripada sekadar meminta supaya masalah segera selesai.
Dalam doa, kita membawa luka, kemarahan, kekecewaan, dan ketidakmampuan kita kepada Tuhan. Kita belajar melihat pasangan bukan hanya dari kesalahannya, tetapi sebagai manusia yang juga memiliki kelemahan dan membutuhkan kasih karunia.
Pernikahan Tidak Butuh Pasangan yang Sempurna
Tidak ada dua manusia yang masuk ke dalam pernikahan tanpa membawa kekurangan. Karena itu, pernikahan yang sehat bukanlah hubungan antara dua orang yang tidak pernah saling menyakiti. Pernikahan justru menjadi perjalanan dua orang yang terus belajar untuk memperbaiki kesalahan, meminta maaf, dan memberikan pengampunan.
Alkitab mengingatkan dalam Kolose 3:13, “Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain.”
Mengampuni bukan berarti menganggap kesalahan tidak pernah terjadi. Mengampuni juga bukan berarti membiarkan pasangan terus melakukan hal yang menyakitkan tanpa perubahan atau pertanggungjawaban.
Namun pengampunan berarti kita tidak membiarkan luka memiliki kuasa untuk terus menentukan bagaimana kita memandang dan memperlakukan pasangan.
BACA JUGA: Rahasia Pernikahan 60 Tahun Oma Cun: Mengingat Tanpa Lagi Merasakan Sakit
Ketika Cinta Terasa Tidak Cukup
Ada masa ketika perasaan cinta dalam pernikahan terasa begitu kuat. Namun ada pula musim ketika yang tersisa hanyalah keputusan untuk tetap berjalan bersama.
Pada titik itulah pray and forgive menjadi sangat berarti. Doa membawa kita kembali kepada Tuhan ketika kekuatan sendiri sudah habis. Sementara pengampunan memberi ruang bagi hubungan untuk dipulihkan dan dimulai kembali.
Komunikasi tetap penting. Komitmen juga penting. Tetapi di balik semua itu, pasangan membutuhkan hati yang terus mau datang kepada Tuhan dan belajar melepaskan kesalahan satu sama lain.
Sebab mungkin rahasia pernikahan yang bertahan bukanlah tidak pernah terluka, tetapi tetap memilih berdoa ketika terluka dan tetap belajar mengampuni ketika rasanya sulit dilakukan.
Sumber : Jawaban.comIkuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!