Rajin Ibadah, Tapi Belum Yakin Sama Tuhan. Sampai Akhirnya Tirza Nonton Kisah 3 Orang Ini

Impact Story / 21 August 2026

Rajin Ibadah, Tapi Belum Yakin Sama Tuhan. Sampai Akhirnya Tirza Nonton Kisah 3 Orang Ini
Sumber: dok. Istimewa
Claudia Jessica Official Writer
2075

Mutiara Tirza Palimbong bukan anak yang malas ke gereja. Justru sebaliknya, anak berusia 13 tahun asal Toraja ini dikenal sangat rajin mengikuti sekolah minggu. Hampir setiap minggu ia hadir, mendengarkan firman Tuhan, dan mengikuti ibadah bersama teman-temannya.

Gembalanya, Jack Jonatan Anter, melihat sendiri kesetiaan Tirza sejak lama. Baginya, Tirza termasuk salah satu anak yang paling tekun datang beribadah.

“Dia paling setia, paling rajin. Dalam satu tahun, paling hanya dua kali tidak hadir,” ungkap Jack.

Namun siapa sangka, di balik kerajinannya datang ke gereja, Tirza masih menyimpan pertanyaan besar dalam hatinya. Ia belum benar-benar yakin apakah Tuhan Yesus itu nyata. Bukan karena ia tidak mau percaya, tetapi karena ia masih sulit memahami Tuhan yang tidak bisa dilihat secara langsung.

 

BACA JUGA: Dulu Ngambek Kalau Mau Jajan, Kini Geva Belajar Sabar dan Berdoa

 

“Saya masih bertanya-tanya apakah Tuhan Yesus ada atau tidak, karena Tuhan tidak kelihatan,” kata Tirza.

Pertanyaan itu membuat perjalanan iman Tirza menjadi lebih personal. Ia rajin ibadah, tetapi masih mencari keyakinan yang sungguh-sungguh dari dalam hatinya sendiri. Ia tidak ingin hanya ikut-ikutan. Ia membutuhkan jawaban yang membuatnya benar-benar percaya bahwa Tuhan Yesus hidup dan hadir dalam hidupnya.

Jawaban itu perlahan mulai muncul ketika Tirza menonton Superbook tentang kisah Sadrakh, Mesakh, dan Abednego. Dalam kisah itu, tiga orang muda menolak menyembah patung sekalipun mereka diancam akan dilemparkan ke dalam perapian.

Bagi Tirza, keberanian mereka sangat membekas. Ia melihat bagaimana Sadrakh, Mesakh, dan Abednego tetap setia kepada Tuhan meskipun berada dalam bahaya besar. Mereka tidak melihat jalan keluar, tetapi tetap percaya bahwa Tuhan sanggup menyelamatkan.

“Mereka tetap percaya bahwa Tuhan itu ada,” ucap Tirza.

 

BACA JUGA: Belajar dari Daniel, Nicson yang Pemalu Kini Berani Memimpin Doa

 

Dari kisah tiga orang di perapian itu, Tirza mulai memahami bahwa iman bukan hanya tentang melihat Tuhan dengan mata. Iman adalah percaya bahwa Tuhan benar-benar ada, menyertai, memberi kekuatan, dan sanggup menyelamatkan.

“Kita percaya bahwa Tuhan akan menyelamatkan. Tuhan memberi kekuatan dan keberanian,” katanya.

Pelajaran dari Superbook itu semakin kuat ketika Tirza mengalami pertolongan Tuhan secara pribadi. Suatu kali, ia mengalami demam. Dalam keadaan sakit, Tirza berdoa meminta kesembuhan. Ketika akhirnya ia sembuh, hal itu membuat keyakinannya kepada Tuhan Yesus semakin bertumbuh.

“Tuhan Yesus sembuhkan saya,” ungkap Tirza.

Perlahan, keraguan yang dulu memenuhi hatinya berubah menjadi keyakinan. Tirza mulai percaya bahwa Tuhan Yesus hidup dan menyelamatkan manusia dari dosa. Ketika ditanya arti Juru Selamat, ia menjawab dengan sederhana, “Penyelamat hidup kita dari dosa.”

Perubahan itu tidak berhenti pada pengakuan iman. Kini Tirza mulai melayani Tuhan di gereja sebagai pemain tamborin. Ia tetap rajin beribadah, tetapi sekarang dengan keyakinan yang lebih kuat bahwa Tuhan Yesus bukan sekadar cerita yang ia dengar di sekolah minggu, melainkan Tuhan dan Juru Selamat yang hidup.

“Sekarang dia melayani. Dia main tamborin,” kata Jack.

 

BACA JUGA: Fisiknya Diejek, Joshua Belajar Merespon dengan Hikmat Seperti Tokoh Alkitab Kesukaannya

 

Melalui Superbook, Tirza belajar bahwa Tuhan memang tidak terlihat oleh mata, tetapi kehadiran-Nya nyata bagi orang yang percaya. Seperti Sadrakh, Mesakh, dan Abednego yang tetap setia di tengah perapian, Tirza kini belajar percaya, berani, dan melayani Tuhan dengan sukacita.

Kisah Tirza menjadi pengingat bahwa anak-anak membutuhkan cara yang dekat dan mudah dipahami untuk mengenal Tuhan secara pribadi. Mari dukung pelayanan Superbook agar semakin banyak anak di berbagai daerah dapat memahami firman Tuhan dengan hidup, mengalami kasih-Nya, dan menemukan keyakinan iman sejak dini.

 

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
1

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?