Tidak sedikit orang tua yang merasa sudah berkali-kali menasihati anak, tetapi perilakunya tidak juga berubah. Sudah diingatkan agar tidak mudah marah, tidak membantah, disiplin, hingga lebih bertanggung jawab. Namun, pernahkah orang tua bertanya satu hal: apakah anak melihat hal yang sama dari kehidupan kita?
Anak tidak hanya belajar dari apa yang ia dengar. Ia juga belajar dari apa yang ia lihat setiap hari.
BACA JUGA: Orang Tua Saling Buka Masalah di Media Sosial, Bagaimana Nasib Mental Anak?
Ketika orang tua meminta anak berbicara dengan lembut, tetapi di rumah sering berteriak saat marah, anak bisa menangkap pesan yang berbeda. Ketika anak diminta tidak bermain ponsel terus-menerus, tetapi orang tua sendiri hampir selalu memegang gawai, nasihat itu bisa kehilangan kekuatannya.
Bukan karena anak sengaja ingin melawan. Bisa jadi ia sedang belajar dari contoh yang paling dekat dengannya.
Keteladanan Berbicara Lebih Kuat
Seiring bertambahnya usia, anak semakin mampu memperhatikan ketidaksesuaian antara perkataan dan tindakan orang tua.
Mereka bisa mulai bertanya, “Kenapa aku tidak boleh, tetapi Papa dan Mama boleh?” Pertanyaan seperti ini terkadang terdengar seperti bantahan, tetapi sebenarnya bisa menjadi cermin bagi orang tua.
Parenting bukan hanya proses membentuk anak. Dalam banyak hal, menjadi orang tua juga menjadi proses untuk terus membentuk diri sendiri.
Tidak ada orang tua yang sempurna. Kita bisa salah, kehilangan kesabaran, atau memiliki kebiasaan yang ternyata tidak baik untuk dicontoh. Namun justru di situlah anak juga dapat belajar sesuatu yang penting ketika melihat orang tuanya berani mengakui kesalahan dan berubah.
Firman Tuhan Dimulai dari Kehidupan Orang Tua
Alkitab memberikan prinsip yang kuat dalam Ulangan 6:6-7. Sebelum Firman Tuhan diajarkan berulang-ulang kepada anak, firman itu terlebih dahulu harus ada di dalam hati orang tua.
Artinya, mendidik anak dalam kebenaran bukan hanya soal memberikan nasihat, mengajarkan ayat, atau mengajak mereka beribadah. Anak perlu melihat nilai-nilai tersebut hidup dalam keseharian orang tuanya.
Kasih terlihat dari cara kita berbicara. Pengampunan terlihat dari cara kita menyelesaikan konflik. Kesabaran terlihat dari cara kita bereaksi ketika keadaan tidak berjalan sesuai keinginan.
BACA JUGA: Mengajarkan Nasionalisme dan Berdoa bagi Bangsa kepada Anak
Jadi, ketika anak sulit menerima nasihat, mungkin bukan berarti kita harus berbicara lebih keras. Bisa jadi, yang dibutuhkan adalah teladan yang semakin nyata.
Sebab salah satu pelajaran terbesar yang akan diingat anak bukan hanya apa yang pernah orang tuanya katakan, tetapi bagaimana orang tuanya menjalani hidup di depan mereka.
Sumber : Jawaban.comIkuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!