Slow Jogging Viral di Korea Selatan, Lari Pelan yang Punya Banyak Manfaat

Health / 30 July 2026

Slow Jogging Viral di Korea Selatan, Lari Pelan yang Punya Banyak Manfaat
Sumber: Canva Teams | Aflo Images from Aflo
Claudia Jessica Official Writer
1847

Slow Jogging tengah menjadi tren olahraga yang populer di Korea Selatan. Berbeda dengan kebiasaan berlari yang mengejar kecepatan atau jarak tertentu, olahraga ini dilakukan dengan ritme sangat santai. Gerakannya bahkan terlihat seperti perpaduan antara berjalan cepat dan berlari pelan.

Tren ini banyak diminati karena dinilai lebih ringan, tidak terlalu menyiksa tubuh, dan dapat dilakukan oleh berbagai kelompok usia. Meskipun kecepatannya rendah, Slow Jogging tetap memberikan sejumlah manfaat bagi kebugaran tubuh, terutama jika dilakukan secara rutin.

Lebih Ramah bagi Persendian

Salah satu keunggulan Slow Jogging adalah tekanan yang lebih rendah pada lutut dan pergelangan kaki. Saat berlari dengan kecepatan tinggi, tubuh menerima benturan yang lebih besar setiap kali kaki menyentuh tanah. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko cedera, terutama bagi orang yang belum terbiasa berolahraga.

 

BACA JUGA: Hyrox Jadi Tren Baru di Indonesia, Netizen Sebut Olahraga Kuli Versi Fancy

 

Sebaliknya, gerakan dalam Slow Jogging dilakukan dengan langkah yang lebih pendek dan ritme yang terkendali. Hal ini membuat olahraga tersebut relatif lebih ramah bagi pemula, lansia, serta orang yang memiliki kondisi persendian lebih lemah.

Meski demikian, orang yang memiliki cedera atau gangguan kesehatan tertentu tetap disarankan berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum memulai olahraga baru.

Membantu Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Jangan menganggap berlari pelan tidak memberikan tantangan bagi tubuh. Slow Jogging tetap termasuk aktivitas aerobik yang dapat melatih kerja jantung dan paru-paru.

Olahraga dengan ritme lambat dapat membantu tubuh meningkatkan kemampuan dalam menggunakan oksigen. Dalam jangka panjang, latihan ini juga dapat mendukung peningkatan kapasitas aerobik atau VO2 max, yaitu kemampuan tubuh menggunakan oksigen ketika beraktivitas fisik.

 

BACA JUGA: Seru-seruan Nonton World Cup Tanpa Bikin Badan Tumbang, Begini Caranya

 

Todd Buckingham, profesor tamu ilmu olahraga di Grand Valley State University, menjelaskan bahwa berlari dengan ritme lambat dapat merangsang pertumbuhan pembuluh darah kapiler. Dengan begitu, oksigen dapat lebih mudah disalurkan menuju otot. Latihan ketahanan juga mendukung peningkatan jumlah mitokondria yang berperan menghasilkan energi bagi otot.

Bisa Dimulai dengan Metode Lari dan Jalan

Bagi pemula, Slow Jogging tidak harus langsung dilakukan tanpa berhenti. Salah satu cara yang dapat dicoba adalah metode lari dan jalan secara bergantian.

Misalnya, seseorang dapat melakukan lari santai selama empat menit, kemudian berjalan kaki selama satu menit. Pola tersebut dapat diulangi hingga mencapai total waktu sekitar 30 menit. Cara ini membantu menjaga detak jantung tetap stabil sekaligus memberikan waktu bagi tubuh untuk beradaptasi.

 

BACA JUGA: Hari Hepatitis Sedunia, Jangan Tunggu Kulit Menguning untuk Periksa Kesehatan Hati

 

Kecepatan Slow Jogging sebaiknya juga disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. Salah satu tandanya adalah tubuh masih mampu berbicara dalam kalimat pendek tanpa terengah-engah.

Olahraga tidak selalu harus dilakukan dengan cepat atau terasa menyakitkan. Slow Jogging menunjukkan bahwa aktivitas sederhana dengan intensitas ringan pun dapat membantu menjaga kebugaran, selama dilakukan secara rutin, aman, dan konsisten.

 

Sumber : Berbagai Sumber
Halaman :
1

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?