Dijauhi Karena Imannya, Kisah Nabi Nuh Bantu Jeremy Gak Takut Lagi Cerita Tentang Tuhan

Impact Story / 16 July 2026

Dijauhi Karena Imannya, Kisah Nabi Nuh Bantu Jeremy Gak Takut Lagi Cerita Tentang Tuhan
Sumber: dok. Istimewa
Claudia Jessica Official Writer
1246

Jeremy Febriando Eldarren adalah anak berusia 10 tahun dari Pontianak yang dikenal suka berbicara dan mudah bercerita. Di rumah, di sekolah, atau saat bermain, Jeremy senang membagikan hal-hal yang ia tahu kepada orang-orang di sekitarnya.

Salah satu hal yang sering ia ceritakan adalah kisah-kisah Alkitab. Mulai dari kisah Adam dan Hawa, Daud, Nuh, hingga kisah Tuhan Yesus yang disalibkan. Dengan bahasa sederhana seperti anak-anak seusianya, Jeremy membagikan imannya kepada teman-temannya.

“Jeremy memang sangat suka ngobrol, suka cerita sama siapa saja,” kata mamanya.

 

BACA JUGA: Bukan Hanya Anak-Anak yang Berubah, Guru Sekolah Minggu Ini Pun Merasakannya Sendiri

 

Namun keberanian Jeremy tidak diterima dengan baik. Di lingkungan rumahnya, sebagian besar teman Jeremy belum mengenal Yesus. Ketika ia menceritakan kisah Alkitab dan menyampaikan bahwa ia adalah orang Kristen, beberapa teman mulai menjauh. Bahkan, ada orang tua yang membatasi anak-anak mereka untuk bermain dengan Jeremy.

“Teman aku cerita ke orang tuanya. Orang tuanya bilang, jangan bermain dengan Jeremy. Terus mereka semakin lama semakin menjauhi aku,” cerita Jeremy.

Bagi Jeremy, pengalaman itu terasa menyakitkan. Ia hanya ingin bercerita dan bermain seperti biasa, tetapi justru harus merasakan penolakan. Untuk beberapa waktu, keberaniannya mulai goyah.

“Sedih,” ungkapnya singkat.

Saat merasa sedih, Jeremy memilih berdoa. Ia tidak membalas dengan marah, tetapi membawa perasaannya kepada Tuhan.

 

BACA JUGA: Anak 9 Tahun Ini Gak Takut Diejek Lagi Setelah Nonton Kisah Musa di Superbook

 

“Tuhan, saya bersyukur pada-Mu saya berdoa. Semoga teman saya tidak menjauhi aku lagi dan bisa bermain dengan aku,” doanya.

Di tengah pergumulan itu, Tuhan memakai Superbook untuk menguatkan Jeremy. Saat mengikuti layar tancap Superbook, Jeremy menyaksikan kisah Nabi Nuh. Dari cerita itu, ia melihat bagaimana Nuh tetap taat kepada Tuhan meskipun dihina dan tidak dipahami orang-orang di sekitarnya.

“Nabi Nuh membuat bahtera dan taat kepada Tuhan. Dia berani membuat kapal besar. Walaupun dia dihina-hina, tapi dia tetap bangkit kembali untuk membuat kapal,” cerita Jeremy dengan semangat.

Kisah Nuh yang tetap taat pada Allah untuk membangun bahtera sekalipun dihina oleh orang-orang menjadi pelajaran penting bagi Jeremy. Ia melihat bahwa taat kepada Tuhan tidak selalu membuat seseorang diterima semua orang. Namun seperti Nuh, ia belajar untuk tetap bangkit dan tidak menyerah.

“Berjuang kembali. Bangkit kembali dan juga taat berjuang untuk cerita tentang kisah Alkitab dan Tuhan,” kata Jeremy.

 

BACA JUGA: GMIT Motamaro Alami Pertumbuhan Luar Biasa Setelah Menggunakan CBN Disciple

 

Setelah mengikuti Superbook, Jeremy mulai menemukan keberanian baru. Ia tidak lagi hanya menyimpan cerita Alkitab untuk dirinya sendiri. Ia kembali membagikannya kepada teman-teman, khususnya di sekolah. Kali ini, Jeremy memakai cara yang lebih menarik dengan bantuan komik Superbook.

“Jeremy baca komik itu bersama teman di sekolah waktu jam istirahat,” ujarnya.

Lewat komik itu, Jeremy bisa bercerita tentang firman Tuhan dengan cara yang mudah dipahami teman-temannya. Ia tidak lagi terlalu dikuasai rasa takut akan dijauhi.

Kini, ketika ditanya apakah ia masih takut bercerita tentang Alkitab, Jeremy menjawab tidak karena alasan yang sederhana, tapi sangat membuat takjub.

“Jeremy tidak takut karena Tuhan menyertai Jeremy,” katanya.

Bagi Jeremy, Tuhan Yesus adalah Juruselamat yang mati di kayu salib untuk menebus dosa manusia, termasuk dirinya. Karena itu, ia mau terus belajar berani, tetap taat, dan bangkit kembali seperti Nabi Nuh.

“Tuhan Yesus itu Juruselamat bagi aku. Tuhan Yesus mati di kayu salib untuk menebus dosa manusia, termasuk untuk Jeremy,” ucapnya dengan bangga.

 

BACA JUGA: "Mama Minta Maaf" Kalimat yang Memulihkan Hubungan Ibu Lastiar dan Putrinya

 

Melalui Superbook, Jeremy memahami bahwa keberanian bukan berarti tidak pernah sedih. Keberanian adalah tetap percaya, tetap taat, dan tetap membagikan kebenaran Tuhan karena yakin bahwa Tuhan selalu menyertai.

Kisah Jeremy adalah bukti bahwa satu cerita Alkitab yang disampaikan dengan cara yang dekat dengan anak dapat menumbuhkan keberanian, iman, dan kerinduan untuk mengenal Tuhan lebih dalam.

Lewat Sekolah Minggu Superbook, kami berharap semakin banyak anak seperti Jeremy dapat dijangkau, dikuatkan, dan diperlengkapi untuk hidup dalam kebenaran firman Tuhan sejak kecil.

Mari ambil bagian dalam pelayanan ini melalui donasi Anda, agar lebih banyak anak di berbagai daerah dapat mengalami kasih Tuhan, menemukan keberanian di tengah tantangan, dan bertumbuh menjadi generasi yang setia mengikut Kristus.

 

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
1

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?