Pembangunan Gereja di Makassar Ditolak Meski Sudah Kantongi Rekomendasi FKUB

News / 14 July 2026

Pembangunan Gereja di Makassar Ditolak Meski Sudah Kantongi Rekomendasi FKUB
Sumber: BBC
Claudia Jessica Official Writer
1702

Rencana pembangunan sebuah gereja Toraja di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, mendapat penolakan dari sekelompok orang yang mengaku sebagai warga sekitar. Penolakan terjadi meskipun pihak gereja disebut telah melengkapi persyaratan dan memperoleh rekomendasi dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Makassar.

Surat rekomendasi tersebut telah diterbitkan FKUB Makassar sekitar tiga bulan sebelumnya dan diteruskan kepada pemerintah kota. Pihak FKUB menyatakan rekomendasi diberikan setelah seluruh persyaratan yang dibutuhkan dinilai telah terpenuhi.

 

BACA JUGA: Bukan di Brasil, Patung Yesus Terbesar di Dunia Justru Akan Berdiri di Armenia

 

Pihak Gereja Klaim Ikuti Seluruh Prosedur

Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia Wilayah Sulawesi Selatan dan Tenggara (PGIW Sulselra) mengatakan proses pengajuan dilakukan sesuai prosedur yang ditetapkan.

Pihak gereja telah mengikuti seluruh tahapan yang diminta FKUB sebelum akhirnya memperoleh rekomendasi pembangunan rumah ibadah. Namun, pada awal Juli, sejumlah orang mendatangi lokasi dan menyampaikan penolakan terhadap rencana tersebut.

Kelompok yang menolak mengaku tidak pernah dilibatkan dalam proses perizinan. Mereka juga menyebut sebelumnya menerima informasi bahwa bangunan di lokasi tersebut akan digunakan sebagai rumah tinggal, bukan sebagai gereja.

 

BACA JUGA: 7 Negara Mayoritas Kristen di World Cup 2026, Ada yang Jadi Kuda Hitam!

 

FKUB Akan Lakukan Sosialisasi dan Mediasi

Menanggapi penolakan tersebut, FKUB Makassar menilai masih terdapat masyarakat yang belum memahami secara menyeluruh aturan mengenai pendirian rumah ibadah.

FKUB berencana melakukan sosialisasi mengenai ketentuan yang berlaku kepada masyarakat sekitar. Selain itu, proses mediasi akan terus dilakukan dengan melibatkan pihak gereja, warga, dan pemerintah daerah.

Upaya tersebut diharapkan dapat membuka ruang dialog dan menghasilkan solusi yang dapat diterima semua pihak tanpa mengabaikan hak masyarakat untuk menjalankan ibadah.

 

BACA JUGA: Komunitas Kristen di Nigeria Kembali Diserang, 9 Orang Meninggal

 

Persoalan seperti seharusnya dapat diselesaikan dengan kepala dingin dan sikap terbuka dari semua pihak. Setiap proses seharusnya berjalan sesuai aturan yang berlaku, disertai komunikasi yang jujur agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Di tengah keberagaman keyakinan yang menjadi bagian dari kehidupan bangsa Indonesia, semua masyarakat sebaiknya dapat memberi ruang bagi sesama untuk beribadah menjadi dasar penting dalam menjaga kerukunan antarumat beragama.

 

Sumber : BBC
Halaman :
1

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?