Hari Keluarga Nasional Jadi Momentum Membangun Keluarga yang Tangguh dan Beriman

Parenting / 29 June 2026

Hari Keluarga Nasional Jadi Momentum Membangun Keluarga yang Tangguh dan Beriman
Sumber: Winnie Bruce from Studio South Korea
Claudia Jessica Official Writer
1286

Setiap tanggal 29 Juni, Indonesia memperingati Hari Keluarga Nasional atau Harganas. Peringatan ini menjadi pengingat bahwa keluarga adalah fondasi utama dalam membangun karakter, ketahanan, dan masa depan bangsa. Dari keluargalah seseorang pertama kali belajar mengasihi, menghormati, mengampuni, bertanggung jawab, dan mengenal nilai-nilai kehidupan.

Namun, di tengah zaman yang semakin cepat, banyak keluarga menghadapi berbagai tekanan. Orang tua sibuk bekerja, anak-anak bertumbuh di tengah derasnya pengaruh digital, dan komunikasi di rumah sering tergantikan oleh layar.

Karena itu, Harganas menjadi momen penting untuk bertanya kembali, apakah rumah kita masih menjadi tempat yang aman, penuh kasih, dan menuntun setiap anggota keluarga semakin dekat kepada Tuhan?

Keluarga Adalah Rancangan Allah

Bagi orang percaya, keluarga bukan hanya institusi sosial, melainkan rancangan Allah sejak awal penciptaan. Alkitab mencatat bahwa Tuhan menciptakan laki-laki dan perempuan menurut gambar-Nya, lalu memberkati mereka untuk beranak cucu dan memenuhi bumi (Kejadian 1:27-28). Ini menunjukkan bahwa keluarga lahir dari hati Allah dan memiliki tujuan ilahi.

Mazmur 127:3 juga berkata, “Sesungguhnya, anak-anak lelaki adalah milik pusaka dari pada Tuhan, dan buah kandungan adalah suatu upah.”

Anak bukan beban, melainkan kepercayaan dari Tuhan. Pasangan, orang tua, dan anak adalah anugerah yang perlu dirawat dengan kasih, tanggung jawab, dan kesetiaan.

Ecclesia Domestica, Gereja yang Hidup di Rumah

Dalam kehidupan bergereja, keluarga juga dikenal sebagai Ecclesia Domestica, atau gereja rumah tangga. Konsep ini mengingatkan bahwa rumah bukan hanya tempat tinggal, tetapi ruang pertama di mana iman diajarkan, doa dibiasakan, kasih dipraktikkan, dan karakter dibentuk.

Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) juga menaruh perhatian pada Ecclesia Domestica sebagai panggilan penting bagi keluarga Kristen masa kini. Di tengah krisis berlapis seperti tekanan ekonomi, konflik keluarga, disrupsi digital, dan melemahnya nilai-nilai iman, rumah dipanggil kembali menjadi tempat pemulihan, bukan sumber luka.

Artinya, gereja tidak hanya hadir dalam gedung ibadah setiap hari Minggu. Gereja juga hadir ketika orang tua mendoakan anaknya, ketika suami dan istri saling mengampuni, ketika keluarga membicarakan firman Tuhan, dan ketika kasih Kristus dipraktikkan dalam hal-hal sederhana setiap hari.

Pelayanan Pertama Dimulai dari Rumah

Sering kali kita ingin memberi yang terbaik di luar rumah, seperti dalam pekerjaan, komunitas, bahkan pelayanan. Namun, jangan sampai keluarga justru menjadi pihak yang paling sering dikorbankan.

Alkitab mengingatkan, “Tetapi jika ada seorang yang tidak memeliharakan sanak saudaranya, apalagi seisi rumahnya, orang itu murtad dan lebih buruk dari orang yang tidak beriman.” (1 Timotius 5:8)

Ayat ini bukan hanya berbicara tentang kebutuhan materi, tetapi juga tentang kehadiran, perhatian, kasih, teladan, dan doa. Anak-anak tidak hanya membutuhkan orang tua yang mencukupi kebutuhan mereka, tetapi juga orang tua yang hadir untuk mendengar, membimbing, dan menuntun mereka mengenal Tuhan.

Ulangan 11:19 menegaskan bahwa firman Tuhan perlu diajarkan kepada anak-anak dalam keseharian, saat duduk di rumah, dalam perjalanan, ketika berbaring, dan ketika bangun.

Artinya, pemuridan keluarga tidak selalu terjadi dalam momen besar, tetapi dalam percakapan sederhana dan teladan hidup sehari-hari.

Kristus sebagai Pusat Keluarga

Yesus memang mengajarkan bahwa kasih kepada-Nya harus melebihi kasih kepada siapa pun, termasuk keluarga. Namun, ini bukan berarti keluarga tidak penting. Justru ketika Kristus menjadi pusat hidup kita, kita dimampukan untuk mengasihi keluarga dengan lebih benar, bukan dengan ego, tuntutan, atau luka, melainkan dengan kasih yang sabar, rendah hati, dan penuh pengampunan.

Hari Keluarga Nasional mengingatkan kita bahwa keluarga yang kuat tidak terbentuk secara otomatis. Keluarga dibangun melalui komitmen, doa, komunikasi, pengampunan, dan kesediaan untuk terus belajar.

Saat keluarga kembali menjadikan Kristus sebagai pusat, rumah bukan hanya menjadi tempat tinggal, tetapi gereja kecil tempat iman bertumbuh, karakter dibentuk, dan kasih Tuhan dinyatakan.

Pelayanan Pemuridan Orangtua dengan The Parenting Project

Melihat pentingnya peran orang tua dalam membentuk iman dan karakter anak, CBN Indonesia hadir melalui The Parenting Project, sebuah program pemuridan bagi orang tua yang dirancang untuk menolong keluarga kembali kepada panggilan utamanya.

Program ini memperlengkapi ayah dan ibu dengan prinsip pengasuhan yang berakar pada firman Tuhan, agar mereka bukan hanya membesarkan anak secara fisik, tetapi juga menuntun hati, karakter, dan iman anak sejak dari rumah.

Melalui The Parenting Project, orang tua diajak untuk membangun relasi yang sehat, menghadirkan kasih yang memulihkan, serta menjadi teladan iman dalam kehidupan sehari-hari. Karena ketika orang tua diperlengkapi, keluarga dikuatkan; dan ketika keluarga dikuatkan, gereja serta generasi masa depan ikut dibangun di atas dasar Kristus.

Cari tahu tentang the parenting project di sini: https://theparentingproject.id/

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
1

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?