Dijauhi Teman Tanpa Sebab, Kisah Daniel Ajarkan Naila Responi Dengan Doa

Impact Story / 25 June 2026

Dijauhi Teman Tanpa Sebab, Kisah Daniel Ajarkan Naila Responi Dengan Doa
Sumber: Canva
Lori Official Writer
2488

Dinamika hubungan pertemanan yang dihadapi anak-anak di masa ini terbilang kompleks – di usia yang masih belia seorang anak bisa memperlakukan anak lain dengan tindakan permusuhan dan pengucilan dari lingkaran pertemanan. Inilah yang dialami Naila, siswi kelas 2 SD dan yang aktif bersekolah minggu di GKII Gracia Negara, Jembrana, Bali.

Di sekolah, dia tiba-tiba dijauhi beberapa teman sekelasnya tanpa tahu sebabnya. Ia tidak tahu apa yang ia lakukan salah. Ia tidak merasa pernah menyakiti siapapun. Namun nyatanya, ada seorang teman yang terus membencinya — dan menular ke yang lain. Apa pun yang Naila lakukan, selalu dianggap salah.

"Kayaknya sih karena kita sama teman yang namanya Daryl sama Giza terlalu dekat," cerita Naila. "Terus si Radha ini cemburu."

 

Baca Juga: Saat Kisah Tipuan Si Ular Inspirasi Anak 12 Tahun Ini Lepas Dari Rokok Elektrik dan Sajam

 

Belakangan ia baru tahu penyebabnya karena temannya merasa cemburu. Orangtua Naila, pak Sutrisno membenarkan bahwa hubungan pertemanan diantara anak-anak ini memang cukup rumit. Tetapi dia menilai bahwa Naila memang anak yang menonjol di sekolah. 

"Bisa jadi itu karena kecemburuan sosial. Naila agak menonjol di sekolah — bukan karena menyombongkan diri. Tapi teman-temannya jadi merasa kurang populer," tutur pak Sutrisno. 

Sebagai orang tua, ia tidak tinggal diam — ia mendorong Naila untuk mencari komunitas pertemanan lain yang lebih positif, sementara sang ibu mengambil langkah mediasi langsung dengan orang tua si pembully.

 

Curhat ke Guru Sekolah Minggu

Naila adalah anak yang terbuka. Saat momen ibadah Sekolah Minggu, ia memutuskan untuk curhat kepada Guru Sekolah Minggunya. 

GSM tidak hanya menghibur Naila — ia menantang Naila untuk memilih jalan yang berbeda. Bukan membalas, bukan menghindar, melainkan tetap bersikap baik dan mendoakan teman yang membencinya. Sebuah tantangan yang tidak mudah bagi siapapun — apalagi seorang anak berusia 9 tahun. Dan saat itulah mereka belajar dari kisah Daniel di Kandang Singa lewat Superbook.

 

Baca Juga: Minder Karena Berbeda Dari Teman, Eudicia Kini Sudah Bangkit dan Percaya Diri Lagi...

 

Naila belajar dari Daniel tentang iman yang teguh di tengah tekanan. Saat difitnah - dia tidak membalas tetapi memilih untuk berdoa. Naila pun melihat kondisinya mirip seperti Daniel.  

"Naila harus tegar dan kuat menghadapi teman-teman yang tidak selalu bersahabat," begitu yang ia tanamkan dalam hatinya setelah menyaksikan kisah itu. 

Ia belajar bahwa respons yang benar bukan amarah, bukan membalas, bukan pula menghindar — melainkan sabar, teguh, dan terus berdoa seperti Daniel.

Sejak saat itu, dalam doa-doanya yang sederhana namun tulus, Naila mulai mendoakan teman-teman yang menjauhinya. "Naila juga mendoakan teman-teman yang jahat, benci, tidak baik — untuk hidup rukun," begitu ia ungkapkan dengan polos. 

 

Dari Dikucilkan Menjadi Akrab Kembali

Waktu berjalan. Dan sesuatu perlahan berubah. Teman yang dulu memusuhinya mulai tampak mendekat. Dan kini dengan percaya diri Naila mengaku sudah akrab kembali dengan teman-teman yang dulu menjauhinya. "Ya, sudah akrab," jawab dengan tenang.

 

Baca Juga: Anak Ini Memilih Jujur daripada Mempertahankan Nilai Tinggi

 

Naila menunjukkan bahwa iman yang dia pegang teguh di dalam Tuhan justru menolongnya di dalam situasi yang paling menekan sekalipun. Dari Daniel dia belajar bahwa menjadi benar tidak selalu membuat kamu populer, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkan mereka yang setia kepada-Nya.

Apakah Anda terinspirasi dengan kesaksian ini? 

Ada banyak anak yang mengalami hal yang sama seperti Naila. Jika Anda rindu lebih banyak anak memiliki keberanian iman seperti ini, mari hadirkan Superbook di setiap gereja di Indonesia.

 

BERGABUNG SEKARANG

 

Halaman :
1

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Peran Roh Kudus Kisah Nyata Mimpi Bertemu Yesus Devotional Jawaban Siapa Yesus

Related Articles

Artikel Populer

Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?