Fokus Pemuridan, Konferensi Gereja Asia Serukan Gereja Harus “Mulai dari Dalam”

News / 24 June 2026

Fokus Pemuridan, Konferensi Gereja Asia Serukan Gereja Harus “Mulai dari Dalam”
Sumber: christiandaily
Claudia Jessica Official Writer
1743

Konferensi Asia Conference on Church & Mission (ACCM) 2026 ditutup dengan seruan kuat bagi para pemimpin gereja di Asia untuk kembali menaruh perhatian pada pemuridan. Para peserta tidak hanya diajak pulang membawa inspirasi, tetapi juga membuat komitmen nyata untuk mendampingi satu gereja atau komunitas agar semakin serius dalam pemuridan selama satu tahun ke depan.

ACCM 2026 berlangsung pada 9–12 Juni 2026 di Alabang, Metro Manila, Filipina. Sesi penutupan konferensi utama berlangsung pada 11 Juni, sebelum dilanjutkan dengan International Disciple Making Conference pada 12 Juni yang diikuti sekitar 800 pendeta dan pemimpin Kristen Filipina.

Transformasi Harus Dimulai dari Pemimpin

Dalam penutupan konferensi, para peserta dari 25 negara Asia diajak melihat kembali akar perubahan gereja. Pesan utama yang ditekankan adalah bahwa transformasi pelayanan tidak cukup dimulai dari program, strategi, atau sistem. Perubahan harus dimulai dari kehidupan para pemimpinnya.

Asia Evangelical Alliance General Secretary, Dr. Bambang Budijanto, menegaskan bahwa gereja harus “mulai dari dalam”. Artinya, pemimpin gereja perlu terlebih dahulu mengalami pembaruan sebelum menuntun jemaat untuk melakukan pemuridan yang sehat dan berkelanjutan.

Komitmen Membuat Murid Kristus dalam Satu Tahun

Salah satu momen penting dalam penutupan ACCM 2026 adalah ketika para delegasi diminta menyebutkan satu gereja atau komunitas yang akan mereka dampingi selama 12 bulan ke depan.

Komitmen ini menjadi langkah konkret agar pesan pemuridan tidak berhenti sebagai tema konferensi, tetapi benar-benar diterapkan setelah mereka kembali ke tempat pelayanan masing-masing.

Para peserta juga mengikuti seremoni simbolis dengan menyeberangi sebuah jembatan dan menanam bendera putih bertuliskan nama gereja atau komunitas yang mereka komitmenkan di hadapan Tuhan.

Simbol ini menggambarkan kesediaan untuk melangkah, membimbing, dan menanggung proses perubahan bersama komunitas yang mereka layani.

Gereja Dipanggil untuk Memuridkan

Konferensi yang bertema “Disciple or Die 3.0”  ini diselenggarakan oleh Asia Evangelical Alliance bersama Philippine Council of Evangelical Churches.

Melalui setiap sesi, para pemimpin gereja diingatkan bahwa gereja tidak hanya dipanggil untuk mengadakan banyak kegiatan, tetapi untuk membuat murid Kristus yang bertumbuh dan pada akhirnya juga memuridkan orang lain.

Pemimpin gereja asal India, C.B. Samuel, juga menekankan bahwa seorang pemurid harus hidup dengan transparansi, kasih yang berkorban, fokus kepada orang yang dibimbing, serta integritas dalam pelayanan.

Sebagai bagian dari pelayanan yang juga berfokus pada pemuridan, CBN Indonesia terus bergerak melalui berbagai program pemuridan yang menjangkau anak, keluarga, dan komunitas di berbagai daerah, dari Sabang sampai Merauke.

Kami percaya, setiap orang perlu ditolong untuk mengenal Kristus, bertumbuh dalam iman, dan menjadi murid yang juga memuridkan. Mari dukung pelayanan pemuridan CBN Indonesia agar semakin banyak murid Kristus dicetak dan menjadi terang bagi bangsa ini.

Sumber : Berbagai Sumber
Halaman :
1

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?