Kenapa Parenting Sekarang Terasa Berat? Ini yang Sebenarnya Terjadi

Parenting / 11 June 2026

Kenapa Parenting Sekarang Terasa Berat? Ini yang Sebenarnya Terjadi
Sumber: gemini AI
Aprita L Ekanaru Official Writer
1077

Banyak orang tua hari ini merasa satu hal yang sama bahwa mengasuh anak terasa jauh lebih melelahkan dibanding dulu. Bukan karena anak semakin “sulit”, tetapi karena cara kita memandang parenting ikut berubah.

Di era sekarang, orang tua tidak hanya dituntut mendidik anak, tetapi juga memahami emosi, membangun kedekatan, dan menjaga kesehatan mental keluarga. Tanpa disadari, ini membuat parenting terasa lebih kompleks—dan sering kali lebih menguras energi.

 

BACA JUGA: Merasa Bersalah Saat Me Time? Ini Alasan Ibu Harus Prioritaskan Diri Sendiri

 

Parenting Bukan Lagi Soal Anak Saja

Dulu, keberhasilan pengasuhan sering diukur dari anak yang patuh dan disiplin. Sekarang, fokusnya bergeser. Orang tua mulai sadar bahwa yang lebih penting adalah hubungan emosional yang sehat antara anak dan orang tua.

Namun di sinilah tantangannya muncul. Untuk menciptakan hubungan yang aman, orang tua perlu mengelola emosinya sendiri terlebih dahulu. Tidak sedikit yang mulai menyadari bahwa mereka membawa kelelahan, stres, bahkan luka masa lalu ke dalam pola asuh.

Akibatnya, banyak orang tua merasa mudah tersulut emosi, bersalah setelah marah pada anak dan kelelahan secara mental. Padahal, ini bukan tanda kegagalan, melainkan tanda bahwa orang tua sedang berusaha “memutus pola lama” dan belajar cara baru yang lebih sehat.

 

Tantrum Anak Bukan Lagi Sekadar “Kenakalan”

Salah satu tantangan yang paling sering membuat orang tua kewalahan adalah tantrum. Anak menangis, teriak, atau marah tanpa sebab yang jelas.

Namun dalam parenting modern, tantrum tidak lagi dilihat sebagai kenakalan. Tantrum adalah bentuk ekspresi emosi yang belum bisa dikontrol anak.

Di titik ini, orang tua sering berada dalam dilema—ingin tetap sabar, tetapi juga lelah. Jika tidak hati-hati, reaksi spontan seperti membentak bisa muncul, lalu disusul rasa bersalah.

Inilah lingkaran yang sering terjadi:

emosi → reaksi → penyesalan → berjanji berubah → terulang lagi.

Yang dibutuhkan sebenarnya bukan kesempurnaan, tetapi kesadaran untuk perlahan memperbaiki respons.

 

Tekanan untuk Jadi Orang Tua “Ideal”

Tekanan parenting juga datang dari luar, terutama dari media sosial. Konten-konten yang menunjukkan pengasuhan sempurna sering membuat orang tua merasa tertinggal.

Tanpa sadar, banyak yang mulai berpikir harus selalu sabar, tidak boleh marah, dan harus selalu punya cara terbaik. Padahal, realita di rumah jauh lebih kompleks. Anak tidak selalu kooperatif, orang tua juga punya batas. Ketika standar terlalu tinggi, parenting berubah dari hubungan menjadi beban.

 

Pasangan yang Tidak Sejalan Juga Jadi Tantangan

Selain itu, banyak orang tua juga menghadapi tantangan dalam hubungan dengan pasangan. Pengasuhan bukan lagi tugas satu pihak, tetapi kerja sama.

Ketika tidak ada komunikasi yang baik, sering muncul perbedaan cara mendidik, beban yang terasa tidak adil, serta konflik kecil yang berulang. Padahal, anak sangat merasakan dinamika ini. Rumah yang hangat bukan hanya soal cara mendidik anak, tetapi juga bagaimana orang tua saling bekerja sama.

 

Orang Tua Juga Bisa Kehilangan Diri

Di tengah kesibukan mengurus anak, tidak sedikit orang tua—terutama ibu—yang merasa kehilangan dirinya sendiri. Waktu, energi, dan perhatian hampir semuanya tercurah untuk anak.

Perasaan seperti “aku capek,”  , “aku kehilangan diri sendiri,”  atau “aku tidak cukup baik”, menjadi hal yang diam-diam sering dirasakan. Karena itu, penting untuk diingat bahwa parenting sehat tidak bisa berjalan tanpa orang tua yang sehat secara mental.

 

Parenting yang Lebih Sehat Dimulai dari Realita

Kunci dari parenting hari ini bukan lagi menjadi sempurna, tetapi menjadi sadar. Sadar bahwa orang tua juga manusia, emosi itu wajar, anak butuh koneksi, bukan kesempurnaan. Ketika orang tua mulai berhenti mengejar standar yang tidak realistis, pengasuhan akan terasa lebih ringan.

 

BACA JUGA: Anak Belum Menikah? Orang Tua Sering Khawatir, Ini Cara Menyikapinya

 

Parenting memang terasa lebih berat di zaman sekarang, tetapi bukan berarti kita salah jalan. Justru ini adalah tanda bahwa banyak orang tua sedang berusaha menjadi lebih baik.

Yang penting bukan menjadi orang tua ideal, tetapi menjadi orang tua yang hadir, mau belajar, dan mau bertumbuh. Karena bagi anak, yang paling berharga bukan kesempurnaan melainkan hubungan yang hangat dan penuh rasa aman.

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
1

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?