Tidak semua orang kuat menghadapi pergumulan hidup sendirian. Itulah yang dialami oleh para perempuan dalam komunitas Women of Faith, sebuah wadah yang lahir dari kerinduan sederhana berdoa bersama, namun berkembang menjadi tempat pemulihan bagi banyak wanita.
Berawal dari empat ibu yang sering menunggu anak sekolah, komunitas ini dibentuk tanpa rencana besar. Mereka hanya ingin mendoakan anak-anak dan saling menguatkan. Namun siapa sangka, kini Women of Faith menjangkau puluhan wanita, bahkan hingga ke luar negeri. Di balik pertumbuhannya, tersimpan banyak kisah perjuangan, luka, dan pemulihan yang tidak mudah.
BACA JUGA: Di Ambang Putus Asa, Ia Bertemu Yesus dan Menemukan Damai Sejati
Salah satunya adalah kisah Gabriella Rumagit. Ia mengakui bahwa awal pertobatannya penuh pergumulan. Tanpa mentor dan komunitas, ia harus menghadapi badai hidup sendirian, rumah tangga, tekanan ekonomi, hingga konflik keluarga. Di satu sisi ia ingin berubah, tetapi di sisi lain hidup seakan terus menyeretnya kembali ke titik terendah.
“Pertobatan tanpa pendamping itu berat,” ungkapnya. Setiap minggu terasa seperti peperangan antara ingin bertahan atau menyerah.
Sementara itu, anggota lain juga mengalami pergumulan serupa. Ada yang dihimpit hutang hingga puluhan juta rupiah karena gaya hidup, ada yang menghadapi konflik rumah tangga, bahkan kehilangan arah hidup. Banyak dari mereka memilih diam, menutup diri, dan mencoba menyelesaikan semuanya sendiri, hingga akhirnya jatuh semakin dalam.
Namun titik balik terjadi saat mereka menemukan komunitas ini.
Di dalam Women of Faith, mereka tidak hanya mendengar nasihat, tetapi juga diterima apa adanya. Mereka belajar bahwa mereka tidak sendirian. Setiap hari ada saling berbagi firman, doa, dan kesaksian. Dari sinilah kekuatan baru muncul, bukan dari diri sendiri, tetapi dari Tuhan dan dari sesama yang saling menopang.
Perubahan tidak terjadi secara instan. Ada proses panjang, ada air mata, ada perjuangan untuk mengampuni dan berubah. Namun perlahan, kehidupan mereka mulai dipulihkan, hubungan diperbaiki, karakter diubahkan, bahkan masalah finansial pun mengalami jalan keluar yang tidak terduga.
Bagi mereka, komunitas ini bukan sekadar tempat berkumpul, tetapi rumah rohani. Tempat di mana mereka bisa bertumbuh, dikuatkan, dan kembali menemukan tujuan hidup di dalam Tuhan.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa kita tidak diciptakan untuk berjalan sendirian. Dalam setiap kesesakan, selalu ada jalan dan seringkali, Tuhan menghadirkan orang lain sebagai jawabannya.
BACA JUGA: “Ma, Hubungi Gereja” Suara Mendiang Anak Selamatkan Erna dari Niatnya Mengakhiri Hidup
Seperti apa kisah lengkap pergumulan dan pemulihan mereka? Bagaimana hutang dilunasi, hubungan dipulihkan, dan iman mereka dibangun kembali? Tonton cerita selengkapnya di video di bawah ini dan temukan bahwa kamu tidak harus melewati semuanya sendirian.
Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”