Belakangan ini, netizen di Threads ramai berdiskusi tentang pilihan orang tua dalam menyekolahkan anak. Pertanyaannya cukup menohok: “Sebagai orang tua, mending sekolahin anak di sekolah biasa saja tapi kamu mampu bayar sendiri, atau bela-belain berhutang ke orang demi anak bisa sekolah di sekolah yang bagus?”
Pertanyaan ini sederhana, tetapi sangat relevan dengan kondisi banyak keluarga hari-hari ini. Di tengah biaya hidup yang semakin tinggi, keputusan memilih sekolah anak bukan lagi sekadar soal “mana yang terbaik”, tetapi juga “mana yang sanggup dijalani tanpa menghancurkan keuangan keluarga.”
Berbagai pendapat pun bermunculan. Banyak yang setuju bahwa orang tua sebaiknya memilih sekolah sesuai kemampuan finansial. Sebab biaya pendidikan bukan hanya uang pangkal dan SPP.
Ada biaya lain yang sering tidak terlihat, seperti transportasi, buku, seragam, kegiatan sekolah, les tambahan, hingga biaya pergaulan. Anak juga bisa merasa minder ketika tidak mampu mengikuti gaya hidup teman-temannya.
BACA JUGA: Mengapa 41% Anak Sekolah di Indonesia Tidak Sarapan?
Namun di sisi lain, kita juga bisa memahami orang tua yang rela berhutang demi memberikan pendidikan terbaik bagi anak. Setiap orang tua tentu ingin anaknya mendapatkan kurikulum yang baik, guru berkualitas, fasilitas lengkap, dan lingkungan yang mendukung masa depannya.
Tapi pertanyaannya, haruskah semua itu diperjuangkan sampai berhutang?
Sebagai orang percaya, kita diajak untuk tidak hanya mengambil keputusan berdasarkan rasa takut, gengsi, atau tekanan sosial, tetapi dengan hikmat.
Amsal 22:7 mengingatkan, “Orang kaya menguasai orang miskin, yang berhutang menjadi budak dari yang menghutangi.”
Ayat ini bukan berarti setiap bentuk hutang pasti salah, tetapi mengingatkan bahwa hutang selalu membawa konsekuensi. Jika tidak dihitung dengan bijak, niat baik untuk pendidikan anak justru bisa berubah menjadi beban berat bagi seluruh keluarga.
Karena itu, sebelum mengambil keputusan, orang tua perlu membuat perhitungan dengan matang.
Apakah biaya sekolah itu masih sanggup ditanggung dalam jangka panjang?
Apakah masih ada dana untuk kebutuhan pokok, kesehatan, tabungan darurat, dan kehidupan sehari-hari?
Ingat, biaya pendidikan biasanya naik setiap tahun. Belum lagi pengeluaran tambahan yang mungkin muncul di luar perkiraan.
Lalu, apa yang sebaiknya dilakukan?
Pertama, rencanakan pendidikan anak sedini mungkin. Orang tua bisa mulai menyiapkan dana pendidikan melalui tabungan pendidikan, reksadana, emas, asuransi pendidikan, atau instrumen lain yang sesuai dengan profil risiko keluarga.
Jika ada aset yang bisa dialihkan tanpa mengganggu kebutuhan utama, itu juga bisa menjadi pilihan yang lebih sehat daripada berhutang.
BACA JUGA: Apakah Orang Kristen Boleh Berhutang? Pandangan Alkitabiah dan Prinsip-Prinsip Keuangan
Kedua, pilih sekolah yang sesuai kemampuan. Sekolah yang baik tidak selalu harus yang paling mahal. Carilah sekolah yang memiliki nilai, lingkungan, dan pola didik yang sejalan dengan prinsip keluarga. Yang anak butuhkan bukan hanya fasilitas bagus, tetapi juga dukungan orang tua, teladan iman, dan rumah yang penuh kasih.
Ketiga, manfaatkan bantuan yang tersedia. Program pemerintah, subsidi pendidikan, sekolah negeri berkualitas, atau beasiswa bisa menjadi jalan yang Tuhan sediakan. Jangan malu mencari informasi dan bertanya. Kadang, penyediaan Tuhan datang melalui pintu-pintu yang sederhana.
Setiap anak memiliki jalan dan berkatnya masing-masing. Tugas orang tua adalah melakukan bagian terbaik dengan penuh tanggung jawab, bukan memaksakan sesuatu karena takut anak tertinggal atau karena ingin terlihat berhasil di mata orang lain.
Percayalah, perkenanan dan penyediaan Tuhan selalu ada. Namun iman juga perlu berjalan bersama hikmat. Pendidikan anak memang penting, tetapi damai sejahtera keluarga juga tidak kalah penting. Jangan sampai demi mengejar sekolah impian, rumah justru dipenuhi tekanan karena hutang yang tidak sanggup ditanggung.
Berikan yang terbaik untuk anak, tetapi lakukan dengan bijak. Sebab masa depan anak tidak hanya ditentukan oleh mahalnya sekolah, melainkan juga oleh kasih, iman, karakter, dan penyertaan Tuhan dalam hidupnya.
Kalau kamu sedang bergumul soal pilihan sekolah anak, bingung mengambil keputusan, atau merasa terbeban dengan biaya pendidikan, dan butuh dukungan dalam doa, kamu bisa menghubungi Layanan Doa CBN. WhatsApp: 0822-1500-2424 atau klik tombol live chat di pojok kanan bawah.
Tim kami siap mendukungmu dalam doa, supaya kamu mendapat hikmat, damai sejahtera, dan tuntunan Tuhan dalam mengambil keputusan terbaik bagi keluarga.
Sumber : Jawaban.comIkuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”