Kondisi ekonomi Indonesia belakangan ini membuat banyak orang mulai khawatir. Nilai tukar rupiah melemah tajam, bahkan dolar Amerika Serikat menembus Rp18.000, angka yang menjadi salah satu titik tertinggi dalam sejarah.
Bersamaan dengan itu, harga berbagai kebutuhan juga mulai naik mengalami inflasi. Bagi sebagian orang, rentetan peristiwa ini bukan lagi sekadar berita ekonomi, tetapi pergumulan dalam kehidupan sehari-hari.
Banyak keluarga mulai menghitung ulang pengeluaran. Ada yang menunda membeli barang tertentu, ada yang mulai mengurangi kebutuhan yang dianggap tidak mendesak, bahkan ada yang merasa cemas memikirkan hari-hari ke depan.
BACA JUGA: Saat Rupiah Melemah, Iman Jangan Ikut Melemah
Kamu juga mungkin berpikir, “Bagaimana kalau harga terus naik?” atau “Bagaimana kalau penghasilan tidak cukup?”
Rasa khawatir seperti ini sangat wajar. Kondisi ekonomi negara bisa berdampak pada kebutuhan keluarga, biaya hidup, pekerjaan, dan masa depan.
Namun sebagai orang Kristen, kita tidak seharusnya membiarkan kekhawatiran menguasai kita. Tentu, kita tetap perlu realistis melihat keadaan, tetapi respons kita tidak boleh dikendalikan oleh ketakutan.
CARA ORANG KRISTEN MERESPON KONDISI EKONOMI SAAT INI
Dalam situasi seperti ini, iman menolong kita untuk tetap tenang, berdoa, meminta hikmat, dan mengambil langkah yang bijaksana. Alkitab mengingatkan bahwa kekhawatiran yang terus dipelihara dapat mencuri damai sejahtera.
Dalam Ayub 3:25-26, tertulis, “Karena yang kutakutkan, itulah yang menimpa aku, dan yang kucemaskan, itulah yang mendatangi aku. Aku tidak mendapat ketenangan dan ketenteraman; aku tidak mendapat istirahat, tetapi kegelisahanlah yang timbul.”
Ayat ini menggambarkan kondisi hati yang dikuasai oleh ketakutan. Belum tentu semua hal buruk yang dipikirkan benar-benar terjadi, tetapi pikiran sudah lebih dulu dipenuhi kegelisahan. Inilah yang sering kita alami ketika terlalu banyak menyerap berita buruk, komentar negatif, dan prediksi menakutkan tentang masa depan.
BACA JUGA: Rupiah Melemah! Menyalahkan atau Doakan Pemimpin?
Tuhan Yesus sendiri pernah berkata dalam Matius 6:27, “Siapakah di antara kamu yang karena kekhawatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?”
Pertanyaan ini menyadarkan kita bahwa kekhawatiran tidak pernah benar-benar menyelesaikan masalah. Kekhawatiran tidak membuat harga turun. Kekhawatiran tidak membuat nilai tukar membaik. Kekhawatiran juga tidak menambah kekuatan kita untuk menghadapi hari esok.
Sebaliknya, kekhawatiran justru membuat kita kehilangan damai sejahtera. Kita menjadi sulit tidur, mudah panik, dan sulit melihat penyertaan Tuhan di tengah keadaan yang tidak pasti.
APA YANG BISA KITA LAKUKAN?
Karena itu, Tuhan Yesus mengarahkan kita kepada respons yang benar. Matius 6:31-33 berkata:
“Sebab itu janganlah kamu khawatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”
Namun, jangan sampai kita salah mengartikan Firman Tuhan ini. Bukan berarti kita tidak perlu bekerja, menabung, atau mengatur keuangan. Justru sebagai orang percaya, kita perlu hidup bijaksana dengan hikmat yang Tuhan berikan.
Kita perlu membedakan kebutuhan dan keinginan, mengelola uang dengan tanggung jawab, dan tetap bekerja dengan setia. Tapi semua itu harus dilakukan dengan hati yang percaya, bukan dengan kekhawatiran.
BACA JUGA: 4 Nabi Ini Pernah Berjuang di Masa Krisis, Tapi Tuhan Tidak Tinggal Diam
Kita tidak bisa mengendalikan nilai tukar rupiah. Kita juga tidak bisa memaksa harga barang turun sesuai keinginan kita, tetapi kita bisa memilih untuk menjaga hati, membatasi hal-hal yang membuat kita semakin takut, dan terus menaruh pengharapan kepada Tuhan.
Dalam kondisi ekonomi yang tidak pasti, mari kembali mencari Tuhan setiap hari. Baca firman-Nya, minta Roh Kudus memimpin langkah kita, dan lakukan bagian kita dengan setia.
Percayalah, Tuhan tidak pernah meninggalkan orang yang berharap kepada-Nya. Sekalipun keadaan berubah, Tuhan Yesus tetap memegang kendali.
Kalau hari-hari ini kamu sedang merasa takut, cemas, atau terbeban karena kondisi ekonomi yang tidak pasti, kamu ga perlu denial. Ada saatnya kita membutuhkan seseorang untuk mendengarkan, menguatkan, dan mendoakan kita.
Kamu bisa menghubungi Layanan Doa CBN untuk didoakan dan dikuatkan, supaya hatimu kembali tenang dan imanmu tetap teguh di tengah keadaan yang belum tentu mudah. WhatsApp 0822-1500-2424 atau klik tombol Live Chat di pojok kanan bawah.
Sumber : trustjesusstep
Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!