Dari Rumah yang Penuh Luka Menjadi Keluarga yang Dipulihkan

Impact Story / 20 May 2026

Dari Rumah yang Penuh Luka Menjadi Keluarga yang Dipulihkan
Sumber: Jawaban.com
Lori Official Writer
2267

Ibu Trilima adalah seorang istri dan ibu dari dua anak yang pernah berjuang dalam mendidik anak-anaknya. Di keluarganya, anak-anak justru lebih takut kepada ayah mereka daripada kepada dirinya. Hal ini sering membuat Ibu Trilima dan suaminya bertengkar.

Bahkan suatu hari, suaminya pernah berkata, "Salah apa kau sebagai ibu, masa anakmu tidak mau dengar kau." Kata-kata itu membekas dalam hati Ibu Trilima. Ia merasa sedih dan gagal sebagai seorang ibu.

"Kan biasanya suami yang lebih dengan tangan. Kalau saya sudah suruh suami tegur anaknya, dia biasanya pakai tangan."

Setiap kali anak-anak berbuat salah, Ibu Trilima meminta suaminya untuk menegur mereka. Tapi suaminya sering melakukannya dengan cara memukul. Melihat itu, Ibu Trilima merasa sedih dan tidak tega.

 

Baca Juga: Perjalanan Ibu Riyani Tinggalkan Amarah dan Kembali Bangun Hubungan Dengan Anak

 

Ia meminta suaminya untuk berhenti memukul dan tidak memperlakukan anak-anak seperti orang dewasa. Ia berharap suaminya bisa mendidik anak-anak dengan kata-kata dan kasih sayang.

Pergumulan itu terus berlanjut — hingga Ibu Trilima mengikuti The Parenting Project. Di sana, ia mempelajari modul "Menjadi Teladan Baik." Dari modul itu, ia mulai sadar bahwa mendekati anak dengan kasih dan menjaga emosi adalah hal penting yang harus dimiliki setiap orang tua.

Ia juga mulai paham bahwa mendidik anak bukan hanya soal aturan, tapi soal bagaimana orang tua bersikap dan berbicara sehari-hari. Pelan-pelan, Ibu Trilima merasa Tuhan mulai memulihkan hubungan dalam keluarganya.

"Saya bisa menemukan bagaimana cara mendekatkan diri dengan anak dan suami. Karena sebagai ibu, saya kuncinya di rumah tangga."

Sebagai ibu yang paling banyak ada di rumah, Ibu Trilima mulai belajar mengakui kesalahan, mendidik anak dengan kasih, dan menjadi teladan lewat tindakan nyata. Ia pun perlahan bisa menahan emosinya dan tidak lagi mudah berkata kasar saat marah.

"Dia lebih mengontrol emosi. Sekarang untuk memukul anak dia mengurangi, sejauh ini belum ada aduan dari anak saya kalau dipukul."

 

Baca Juga: Kerendahan Hati Seorang Ibu Mei Membawa Pemulihan Hubungan dengan Anaknya

 

Perubahan itu tidak hanya terjadi pada Ibu Trilima — suaminya pun ikut berubah. Sang suami mulai belajar menahan diri dan pelan-pelan mengurangi kebiasaan memukul anak. Ia sadar bahwa kekerasan saja, tanpa kasih dan pendekatan, tidak akan membuat keluarga menjadi dekat.

Dari perjalanan ini, keluarga mereka belajar satu hal: perubahan dalam rumah tangga bisa dimulai ketika orang tua mau berubah lebih dulu — dan mau mendidik anak dengan kasih serta keteladanan.

Jika Anda rindu keluarga Anda dipulihkan, mari bergabung dengan The Parenting Project — program yang akan membekali Anda untuk membangun keluarga yang lebih sehat dengan menjadikan Kristus sebagai pusat.

Informasi lebih lanjut: www.theparentingproject.id atau hubungi via WhatsApp di 0811-1011-6556. Kami percaya setiap keluarga layak mengalami pemulihan.

Halaman :
1

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?