Jeconia Netta Prayoga, atau yang akrab dipanggil Jeje, dulu dikenal sebagai anak yang pendiam. Di usianya yang ke-12 tahun, ia sering merasa takut, malu, dan tidak percaya diri.
Saat menghadapi kesulitan di sekolah, terutama soal nilai, Jeje mudah menyerah. Dalam hatinya, ia sering berpikir, “Ya sudah, memang aku tidak bisa.” Akhirnya, ia memilih pasrah dan berhenti mencoba.
Selama ini, Jeje tinggal bersama nenek dan adiknya, sementara kedua orang tuanya bekerja. Ibunya bekerja di toko roti, dan ayahnya bekerja di gudang pakaian. Karena kesibukan itu, Jeje biasanya hanya bisa bertemu mereka pada malam hari.
BACA JUGA: Perbedaan Bikin Ocha Minder, Tapi Sekarang Ia Berani Berdiri Teguh dalam Imannya
Namun di tengah kehidupannya itu, Tuhan mulai membentuk Jeje melalui kegiatan School of Life (SOL) Generasi Emas.
Di sana, Jeje belajar banyak hal dan dibimbing oleh para mentor. Perlahan, ia merasa punya tempat untuk bertumbuh, mencoba hal baru, dan menjadi lebih berani.
Belajar Berani dari Kisah Daud
Salah satu momen yang paling berkesan bagi Jeje adalah ketika ia menonton animasi Superbook tentang Daud melawan Goliat.
Dari kisah itu, Jeje belajar tentang keberanian dan kegigihan. Daud tidak menyerah meskipun harus menghadapi Goliat, seorang raksasa yang tampak jauh lebih kuat darinya.
Kisah itu membuat Jeje mulai berpikir.
Kalau Daud saja bisa berani karena percaya kepada Tuhan, maka ia juga tidak boleh terus menyerah dalam keadaan sulit.
Sejak saat itu, perubahan mulai terjadi dalam dirinya. Ia juga belajar memahami keluarganya dengan cara yang baru. Meski orang tuanya sibuk bekerja, ia menyadari bahwa mereka melakukan semuanya karena mengasihi dan memperjuangkan kehidupan keluarga mereka.
Perlahan, Jeje tidak lagi merasa sendiri.
BACA JUGA: Dulu Aku Pernah Mengejek Supaya Punya Teman, Sekarang Aku Pilih Berubah
Kini Jeje Bukan Anak yang Dulu Lagi
Sekarang, Jeje menjadi anak yang lebih berani dan percaya diri.
Kalau dulu ia merasa sangat malu, takut, dan sulit terbuka, kini ia mulai bisa bergaul dengan teman-temannya. Bahkan, Jeje merasa dirinya kini lebih terbuka dan berani mencoba hal baru.
Perubahan itu juga terlihat dalam pelayanannya di gereja.
Jeje mulai melayani tamborin karena ia suka menari. Bahkan, ia pernah dipercaya menjadi worship leader, hal yang dulu tidak pernah ia bayangkan untuk ia lakukan.
Dulu, berdiri di depan orang banyak terasa menakutkan, tetapi sekarang Jeje berani melakukannya.
Di sekolah pun, Jeje menjadi lebih semangat belajar dan tidak mudah menyerah lagi. Ia belajar bahwa kegagalan bukan alasan untuk berhenti mencoba. Dari setiap proses yang ia jalani, Jeje menyadari bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkannya.
BACA JUGA: Jadi Minder Karena Suka Diremehkan, Inilah Perjalanan Lauren Bangkit dan Percaya Diri Lagi
Kini, Jeje mau terus belajar, bertumbuh, dan tidak menyerah dalam keadaan apa pun.
Mari Dukung Lebih Banyak Anak Mengalami Perubahan
Masih banyak anak seperti Jeje yang membutuhkan ruang untuk bertumbuh, menemukan keberanian, dan mengenal kasih Tuhan dalam hidup mereka. Melalui pelayanan Superbook dan School of Life, anak-anak dibimbing untuk mengenal firman Tuhan dengan cara yang relevan dan mengubahkan hidup.
Kamu bisa ambil bagian dalam menolong lebih banyak anak Indonesia bertumbuh dalam iman, karakter, dan keberanian dengan berdonasi.
Sumber : Jawaban.com
Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”