Jadi Minder Karena Suka Diremehkan, Inilah Perjalanan Lauren Bangkit dan Percaya Diri Lagi

Impact Story / 30 April 2026

Jadi Minder Karena Suka Diremehkan, Inilah Perjalanan Lauren Bangkit dan Percaya Diri Lagi
Sumber: dok. Istimewa
Claudia Jessica Official Writer
1028

Tidak semua anak yang terlihat aktif dan berprestasi merasa baik-baik saja. Hal inilah yang pernah dialami oleh Lauren, seorang anak yang sempat kehilangan rasa percaya diri karena ejekan dari teman-temannya.

Namun sebuah kisah Alkitab mengubah cara pandangnya dan perlahan memulihkan keberaniannya.

Jesseline Laurent Tria Rante, tinggal di Tana Toraja bersama kedua orang tuanya dan aktif mengikuti kegiatan gereja serta sekolah minggu setiap minggu.

Sejak kecil, Lauren dikenal sebagai anak yang aktif. Ia suka belajar, berani tampil di depan kelas, dan sering dipercaya oleh guru untuk membantu menjelaskan pelajaran.

Awalnya, hal itu membuatnya senang.

Namun ternyata, menjadi anak yang dipercaya guru juga membawa tantangan tersendiri. Beberapa teman mulai mengejeknya, bukan karena ia berbuat salah, tetapi karena penampilannya.

 

BACA JUGA: Dulu Aku Pernah Mengejek Supaya Punya Teman, Sekarang Aku Pilih Berubah

 

Komentar-komentar itu terus berlanjut dan bahkan ada yang menyebutnya dengan julukan yang menyakiti hari Lauren dan membuatnya sedih.

Ejekan itu membuat Lauren akhirnya merasa malu, minder, dan tidak percaya diri. Seorang anak yang dulu berani, kini mulai meragukan dirinya sendiri.

Di samping itu, Lauren sangat suka bermain basket. Setiap melihat orang bermain basket membuatnya bersemangat. Lauren bermimpi suatu hari bisa menjadi bagian dari tim basket di sekolahnya.

Namun ketika ia melihat anggota tim basket yang didominasi kakak-kakak kelas yang terlihat hebat, rasa percaya dirinya goyah lagi.

Ia mulai merasa kecil dan ejekan dari teman-temannya semakin memperkuat rasa takut itu. Lauren takut mencoba, ia takut gagal dan takut ditertawakan lagi hingga ia merasa dirinya tidak cukup baik.

Sebuah Kisah yang Mengubah Cara Pandangnya

Suatu hari, seperti biasa, Lauren mengikuti sekolah minggu dan menyaksikan kisah Daud dan Goliat melalui Superbook. Ia memperhatikan cerita itu dengan sungguh-sungguh.

Daud hanyalah seorang anak muda yang tampak kecil dan tidak sekuat para prajurit. Namun ia berani menghadapi Goliat, raksasa yang ditakuti semua orang.

Yang membuat Lauren tersentuh adalah Daud tidak mengandalkan kekuatannya sendiri. Ia percaya sepenuhnya kepada Tuhan.

 

BACA JUGA: Dari Introvert yang Takut, Aku Menjadi Anak yang Berani dan Percaya Diri

 

Di momen itu, Lauren merasa seperti sedang melihat dirinya dalam diri Daud.

Aku juga kecil, aku juga pernah takut, dan aku juga sering diremehkan. Tapi kalau Daud bisa berani karena Tuhan, aku juga mau seperti itu.

Perlahan, keberanian itu kembali. Sejak saat itu, Lauren mulai mengambil langkah kecil untuk berubah. Setiap kali ia merasa sedih atau terluka karena perkataan teman-temannya, ia memilih untuk berdoa.

Ia menceritakan semuanya kepada Tuhan, meminta kekuatan untuk tetap berdiri dan tidak kehilangan kepercayaan diri. Perlahan-lahan, sesuatu mulai berubah, Lauren mulai jadi pribadi yang pemberani lagi.

Ia belajar untuk tidak terlalu mendengarkan kata-kata yang menyakitkan, meskipun itu tidak mudah. Ia juga kembali memeluk mimpinya dan tidak ingin menyerah hanya karena merasa kecil atau berbeda.

Sekarang, Lauren bukan lagi anak yang pemalu, minder, dan tidak percaya diri. Karena ia tahu satu hal yang pasti bahwa kekuatannya tidak berasal dari dirinya sendiri, melainkan dari Tuhan yang selalu menyertainya.

Lauren percaya bahwa dirinya berharga bukan karena penilaian orang lain, tetapi karena Tuhan melihatnya berharga. Seperti Daud, ia belajar bahwa keberanian bukan tentang seberapa kuat kita, tetapi tentang siapa yang kita percaya.

Ada begitu banyak anak seperti Lauren yang sedang berjuang melawan rasa minder, luka dari perkataan orang lain, dan ketakutan dalam dirinya. Melalui kisah-kisah Alkitab yang dikemas dengan sederhana dan menarik dari Superbook, mereka bisa belajar melihat diri mereka berharga dan menemukan keberanian yang baru.

Sekarang, kamu bisa ambil bagian dalam perubahan ini. Dukunganmu akan membantu lebih banyak anak mengenal kasih Tuhan dan mengalami perubahan hidup dengan mendukung pelayanan Superbook.

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
1

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?