Kisah Nyata Devi Anastasia Tentang Kehilangan Perjuangan dan Pengharapan
Sumber: Solusi TV

Milenial / 4 February 2026

Kalangan Sendiri

Kisah Nyata Devi Anastasia Tentang Kehilangan Perjuangan dan Pengharapan

Aprita L Ekanaru Official Writer
986

Di usia ketika anak-anak lain sibuk main dan memikirkan bekal sekolah, hidup Devi sudah dipaksa dewasa. Bayangkan umur 7 tahun harus tahu rutan itu seperti apa, bukan untuk kunjungan wisata, tapi untuk menjenguk ayah sendiri. Lebih menyakitkan lagi, sang ibu pergi dengan cara yang “tidak menyenangkan”, dan penyebabnya adalah orang yang seharusnya melindungi keluarga. Dari situ, dunia yang tadinya serba ada berubah jadi serba kurang, sampai harus pindah-pindah rumah dan sekolah, uang makan yang harus dibagi bertiga, jual perabot, belajar berutang, sampai bertahan hidup dari piring makan yang selalu tersedia di gereja.

Namun cerita ini bukan cuma tentang “bertahan”. Ada babak ketika ia merantau ke Jerman dengan bekal nekat dan utang puluhan juta, bekerja serabutan dari bersih-bersih, kerja katering, sampai panti jompo dan bahkan pernah tersandung masalah karena hidup yang makin sesak. Di titik terendah, ia sadar, bahwa yang selama ini sibuk di kepalanya adalah membuktikan diri, menyalahkan keadaan, dan mengandalkan tenaga sendiri. Sampai suatu pagi, muncul pertanyaan yang mengubah arah: “Tuhan, maunya apa?”

Lalu datang pandemi, kepulangan yang terasa memalukan, dan sebuah “iseng” melihat audisi MasterChef. Dari dapur seadanya, pintu baru terbuka: konten memasak, cerita hidup yang jujur, pelunasan utang perlahan, dan sebuah buku berjudul Satu Hari Lagi, pesan untuk siapa pun yang merasa hidupnya sudah hancur. Jangan-jangan, kalau kamu bertahan sehari lagi, besok adalah hari ketika hidupmu berubah.

Tonton video lengkapnya di bawah ini:

Sumber : Solusi TV
Halaman :
1

Ikuti Kami