5 Alasan Pentingnya Orang Tua Memahami Bahasa Kasih Anak Agar Tercipta Hubungan yang Kuat
Sumber: Monkey Business Image

Parenting / 3 February 2026

Kalangan Sendiri

5 Alasan Pentingnya Orang Tua Memahami Bahasa Kasih Anak Agar Tercipta Hubungan yang Kuat

Claudia Jessica Official Writer
998

Banyak orangtua mengasihi anak dengan sepenuh hati. Waktu, tenaga, dan perhatian sudah dicurahkan setiap hari. Tapi sayangnya, pertengkaran masih bisa saja terjadi kapanpun.

Akibatnya, anak jadi mudah marah, menarik diri, atau merasa tidak dipahami. Di sisi lain, orangtua pun merasa bingung karena merasa sudah melakukan yang terbaik.

Masalahnya bukan terletak pada kurangnya kasih sayang orangtua, melainkan pada bahasa kasih yang tidak selaras antara orangtua dan anak. Inilah 5 alasan mengapa orang tua penting untuk memahami bahasa kasih anak agar tercipta hubungan yang kuat:

1. Mengasihi Belum Tentu Dipahami Anak

Orangtua sering merasa sudah mengenal anaknya dengan baik. Namun, mengenal kebiasaan dan karakter anak tidak selalu berarti memahami bagaimana anak merasakan kasih.

Ada kalanya kasih sudah diberikan, tetapi tidak sampai ke hati anak karena disampaikan dengan cara yang berbeda dari yang ia butuhkan. Kasih bukan hanya soal memberi, tetapi juga tentang bagaimana anak menerimanya dan memaknainya.

2. Emosi Anak Bisa Menjadi Sinyal yang Terlewat

Anak tidak selalu mampu mengungkapkan perasaannya dengan kata-kata. Ketika kebutuhan akan kasih tidak terpenuhi, responsnya sering muncul dalam bentuk emosi seperti tantrum, sikap menolak, atau mudah tersinggung.

Perilaku ini kerap dianggap sebagai kenakalan, padahal bisa jadi merupakan ungkapan bahwa anak merasa tidak dimengerti. Di sinilah pentingnya orangtua belajar membaca pesan di balik reaksi anak.

3. Setiap Anak Memiliki Bahasa Kasih yang Berbeda

Setiap anak memiliki bahasa kasih yang unik. Bahkan kakak-beradik juga bisa memiliki bahasa kasih yang berbeda. Ada anak yang merasa dikasihi ketika orangtua benar-benar hadir dan meluangkan waktu bersama. Ada yang membutuhkan kata-kata peneguhan dan pujian.

Sebagian anak merasa aman melalui sentuhan fisik seperti pelukan, sementara yang lain merasa diperhatikan lewat bantuan nyata dan tindakan langsung.

Tidak ada bahasa kasih yang lebih baik dari yang lain. Yang terpenting adalah kesediaan orangtua untuk belajar memahami kebutuhan anak secara personal.

4. Ketidaksamaan Bahasa Kasih Sering Memicu Konflik

Konflik sering muncul ketika orangtua memberi kasih menurut caranya sendiri, sementara anak menunggu kasih dengan caranya. Keduanya sama-sama berharap, tetapi tidak saling menangkap maksud.

Akibatnya, hal kecil bisa berkembang menjadi pertengkaran yang berulang. Menyesuaikan bahasa kasih bukan berarti mengalah, melainkan membangun jembatan komunikasi yang lebih sehat.

5. Menyesuaikan Pendekatan, Bukan Memanjakan Anak

Memahami bahasa kasih anak bukan berarti memanjakan atau menuruti semua keinginannya. Sebaliknya, pemahaman ini membantu orangtua menegur, mengarahkan, dan mendidik dengan cara yang lebih efektif tanpa melukai relasi.

Ketika anak merasa dikasihi dan aman, ia akan lebih terbuka menerima arahan dan pembentukan karakter.

Anak yang merasa dikasihi dengan cara yang ia pahami cenderung lebih percaya, lebih stabil secara emosional, dan lebih terbuka kepada orangtua.

Mengasihi anak bukan hanya soal seberapa besar usaha yang dilakukan, tetapi seberapa dalam anak merasa dipahami.

Ketika bahasa kasih orangtua dan anak selaras, rumah dapat menjadi tempat yang aman, hangat, dan mendukung pertumbuhan anak secara utuh.

Sebagai wujud pelayanan bagi keluarga, CBN Indonesia menghadirkan The Parenting Project (TPP), sebuah program yang berfokus mendampingi orangtua dalam membangun relasi keluarga yang sehat dan penuh kasih.

Melalui TPP, orangtua diajak memahami kebutuhan anak secara lebih mendalam, termasuk mengenali bahasa kasih yang tepat dalam proses pengasuhan.

Jika ingin mengenal lebih jauh tentang The Parenting Project, informasi lengkap dapat diakses melalui website theparentingproject.id

Sumber : Berbagai sumber | Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami