7 Negara dengan Penganiayaan Terberat terhadap Orang Kristen di Dunia
Sumber: AFP

News / 19 January 2026

Kalangan Sendiri

7 Negara dengan Penganiayaan Terberat terhadap Orang Kristen di Dunia

Claudia Jessica Official Writer
2627

Laporan World Watch List 2026 yang dirilis Open Doors US mengungkap bahwa sekitar 388 juta orang Kristen di seluruh dunia saat ini menghadapi penganiayaan berat dan diskriminasi karena iman mereka kepada Yesus Kristus.

Jumlah ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya dan menunjukkan bahwa penganiayaan terhadap umat Kristen masih terus meluas di berbagai negara.

Berikut tujuh negara dengan tingkat penganiayaan tertinggi terhadap umat Kristen.

1. Korea Utara

Selama 24 tahun berturut-turut, Korea Utara dinilai sebagai negara paling berbahaya bagi orang Kristen. Pemerintah menuntut warga untuk memiliki kesetiaan mutlak kepada negara dan pemimpinnya, sehingga iman kepada Tuhan dianggap sebagai ancaman.

Orang Kristen dipaksa beribadah secara rahasia dan berisiko dieksekusi atau dipenjara seumur hidup jika ketahuan.

Seorang pelarian Korea Utara mengatakan, “Gereja bawah tanah di Korea Utara masih hidup. Gereja itu beribadah bukan dengan suara, tetapi dengan doa yang dibisikkan dan firman Tuhan yang dihafalkan.”

 

BACA JUGA: Ratusan Gereja Dihancurkan, Umat Kristen Myanmar Makin Tertekan

 

2. Afghanistan

Sejak Taliban kembali berkuasa pada 2021, kondisi orang Kristen di Afghanistan memburuk drastis. Meninggalkan Islam dianggap mencoreng nama baik keluarga dan sering berujung pada ancaman, kekerasan, bahkan pembunuhan

Taliban melakukan pengawasan ketat, termasuk memeriksa ponsel warga dan menggunakan kamera pengawas di kota-kota besar.

Menjadi orang percaya secara rahasia di Afghanistan seperti berjalan di ujung mata pisau,” kata seorang Kristen bernama Samira.

3. Irak

Jumlah orang Kristen di Irak terus menurun akibat konflik berkepanjangan dan ancaman kelompok ekstremis. Banyak yang terpaksa menyembunyikan iman mereka demi keselamatan.

Meski demikian, laporan menyebutkan bahwa sebagian orang mengalami mimpi tentang Yesus yang mendorong mereka untuk beriman kepada Kristus.

Seorang pria bernama Yasin berkata, “Yesus mati di kayu salib untuk menebus saya. Saya tidak akan menyangkal atau meninggalkan-Nya.”

4. Somalia

Somalia menjadi salah satu negara paling berbahaya bagi orang Kristen karena penerapan hukum Syariah yang ketat dan aktivitas kelompok teroris al-Shabaab. Berpindah agama ke Kristen hampir tidak mungkin jika tidak diikuti dengan risiko kematian.

“Di Somalia, penganiayaan begitu berat sehingga ketika orang menghitung risikonya, sebagian memilih untuk tidak melanjutkan,” ungkap Aweis Ali, seorang Kristen lokal.

5. Nigeria

Nigeria saat ini disebut sebagai pusat kekerasan paling mematikan terhadap orang Kristen di dunia. Mayoritas pembunuhan orang Kristen di dunia terjadi di negara ini, terutama di wilayah utara yang menerapkan hukum Syariah dan menjadi basis kelompok ekstremis.

Kelompok ekstremis sering menyerang desa-desa Kristen, membunuh, dan memaksa warga mengungsi.

Seorang pendeta Nigeria bersaksi, “Mereka mencincang mereka. Mereka membakar mereka.”

 

BACA JUGA: 3 Juta Umat Kristen di Nigeria dalam Bahaya, Krisis Kekerasan Terus Meningkat!

 

6. China

Pemerintah Tiongkok semakin membatasi aktivitas gereja, terutama gereja yang tidak terdaftar secara resmi. Banyak gereja ditutup, aplikasi Alkitab dilarang, dan anak-anak di bawah 18 tahun tidak diizinkan mengikuti kegiatan keagamaan.

Kebijakan ini membuat banyak orang Kristen sulit beribadah secara bebas. Penganiayaan ini digambarkan sebagai bentuk “paranoia kediktatoran” yang menekan kebebasan beribadah secara sistematis.

7. Mesir dan Afrika Utara

Meski memiliki sejarah Kekristenan yang panjang, Mesir dan negara-negara Afrika Utara tetap berbahaya bagi orang Kristen, terutama mereka yang berpindah agama dari Islam. Tekanan sering datang dari keluarga sendiri dalam bentuk penolakan dan kekerasan.

Seorang ayah dari salah satu korban 21 Martir Libya berkata, “Saya mengampuni mereka. Tuhan juga mengampuni kita setiap saat.”

Melalui laporan ini, kita bisa melihat bahwa kebebasan beragama belum dirasakan oleh semua orang di dunia. Jutaan orang masih harus mempertaruhkan keselamatan mereka hanya untuk menjalani iman yang mereka yakini.

Karena itu, marilah kita berdoa, bukan hanya bagi orang Kristen di negara-negara tersebut, tetapi juga demi terwujudnya kebebasan beragama, perdamaian, dan penghormatan terhadap keyakinan setiap manusia di seluruh dunia.

Sumber : Christianpost
Halaman :
1

Ikuti Kami