Belajar Menyerahkan Kehendak kepada Tuhan di Tahun 2026
Sumber: Canva.com

Kata Alkitab / 9 January 2026

Kalangan Sendiri

Belajar Menyerahkan Kehendak kepada Tuhan di Tahun 2026

Aprita L Ekanaru Official Writer
1238

“Ajarlah aku melakukan kehendak-Mu, sebab Engkaulah Allahku.” - Mazmur 143:10

Memasuki Tahun 2026, setiap orang percaya diajak untuk merenungkan kembali sikap hati dalam mengikuti kehendak Tuhan. Hidup tidak selalu berjalan sesuai dengan rencana dan keinginan pribadi. Ada masa-masa di mana kita harus menghadapi situasi yang menyakitkan, membingungkan, dan terasa tidak adil. Di tengah kondisi seperti inilah Firman Tuhan mengingatkan kita akan pentingnya menyerahkan kehendak sepenuhnya kepada Tuhan.

Amsal 3:5–6

“Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.”

Menyerahkan kehendak diri sepenuhnya kepada kehendak Bapa bukanlah perkara mudah. Proses ini sering kali terasa tidak nyaman dan bahkan menyakitkan. Namun, justru dalam penyerahan total itulah iman kita dibentuk dan dikuatkan. Tuhan memakai setiap keadaan untuk membawa kita semakin bergantung kepada-Nya.

Yesus Kristus memberikan teladan sempurna tentang ketundukan kepada kehendak Allah. Dalam pergumulan dan penderitaan tertinggi-Nya, Yesus berada di titik paling berat secara manusiawi. Kehendak manusiawi-Nya ingin agar “cawan” penderitaan salib itu berlalu. Pergumulan batin, rasa takut, dan penderitaan nyata Ia alami sebagai manusia sejati.

Namun, dalam ketundukan yang sempurna kepada Bapa, Yesus memilih untuk taat. Ia berdoa dengan hati yang sepenuhnya berserah, “Tetapi janganlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi.” Pernyataan ini menunjukkan iman yang dewasa dan ketaatan yang total, meskipun jalan yang harus ditempuh penuh penderitaan.

Menyerahkan kehendak kepada Tuhan berarti mempercayai rencana-Nya lebih dari rencana kita sendiri. Tahun 2026 mungkin membawa tantangan, perubahan, atau pergumulan yang tidak kita harapkan. Namun, ketika kita belajar taat seperti Yesus, kita akan melihat bagaimana Tuhan bekerja di balik setiap proses untuk mendatangkan kebaikan.

Kata Alkitab ini mengajak kita untuk menyadari bahwa kemenangan sejati bukan terletak pada terpenuhinya keinginan pribadi, melainkan pada digenapinya kehendak Tuhan dalam hidup kita. Dalam penyerahan diri sepenuhnya kepada-Nya, kita akan menemukan damai sejahtera, pengharapan, dan kekuatan yang baru.

Di Tahun 2026 ini, marilah kita belajar berkata dengan iman yang teguh:

“Bukan kehendakku, tetapi kehendak-Mu yang terjadi, ya Tuhan.”

Dalam penyerahan itulah, hidup kita diarahkan sesuai dengan rencana Tuhan yang sempurna.

 

BACA JUGA:

Panggilan Tuhan Bukan Profesi Melainkan Hubungan dengan Yesus

Penasaran Kenapa Tuhan Tidak Menjawab Doa? Mungkin Ini 7 Alasannya

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami