Mengikut Tuhan berarti memilih untuk terus melangkah maju, bahkan sekalipun ketika hidup tidak berjalan mudah. Ada masa-masa di mana kita ingin berhenti, lelah menghadapi tekanan, atau merasa ragu dengan langkah sendiri. Namun di situlah iman kita sedang dibentuk.
Tuhan tidak memanggil kita untuk hidup dalam kekalahan. Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa Roh Allah diam di dalam diri kita. Itu berarti kuasa-Nya menyertai setiap langkah, memberi kekuatan untuk bangkit ketika keadaan terasa berat. Ketika Tuhan ada di pihak kita, tidak ada tantangan yang terlalu besar untuk dihadapi.
Menjadi pemenang adalah kehendak Tuhan, tetapi perjalanannya tidak selalu berjalan lurus dan mulus. Akan ada pilihan-pilihan yang harus diambil, keputusan-keputusan kecil yang menentukan arah hidup kita.
Di tengah proses itu, Tuhan menaruh api dalam hati kita berupa mimpi dan visi. Api inilah yang membuat kita terus berjalan, meski terkadang langkah terasa tertatih.
Seringkali mimpi dari Tuhan justru muncul saat kita merasa tertekan. Bukan karena Tuhan ingin kita mengalami kesulitan, tetapi karena Ia sedang mempersiapkan kita untuk naik ke tahap yang lebih dewasa.
Namun perlu diingat, setiap langkah menuju rencana Tuhan hampir selalu disertai tantangan. Perlawanan bukan tanda kegagalan, melainkan bagian dari proses pertumbuhan.
Karena itu, iman perlu dijaga. Tekanan hidup tidak seharusnya membuat kita mundur, tetapi menolong kita belajar percaya lebih dalam. Sikap hati menjadi penentu. Ketika Anda memilih untuk tetap melakukan yang benar di tengah situasi yang tidak mudah, di situlah terobosan mulai terbuka.
Tuhan tidak memanggil kita untuk bersikap pasif atau menyerah. Ia memanggil kita untuk terus berjalan, setia pada panggilan-Nya. Yesus sendiri adalah Pribadi yang menyelesaikan setiap karya-Nya dengan sempurna.
Roh yang sama juga bekerja di dalam diri Anda, memberi hikmat, kekuatan, dan ketekunan untuk menyelesaikan apa yang Tuhan percayakan.
Daripada terus memandang situasi yang sulit, belajarlah mengarahkan hati pada janji Tuhan. Jangan biarkan rasa takut menguasai pikiran kita. Tuhan menyertai setiap langkah dan tidak pernah meninggalkan proses yang sedang kita jalani.
Teruslah melangkah, meski perlahan. Jangan lelah berbuat baik. Pada waktunya, kita akan melihat bahwa kesetiaan tidak pernah sia-sia. Tuhan setia membawa setiap anak-Nya sampai ke garis akhir.
Sumber : Jawaban.com