Tanggal 17 November 2018, hari ulang tahunnya, menjadi hari terberat bagi Magdalena Adriana Telusa. Suaminya berpulang, meninggalkan dia dengan dua anak yang masih remaja. Di tengah kesedihan yang dalam, pertanyaan "Kenapa, Tuhan?" terus menghantui. Dia merasa sendirian memikul beban berat, mulai dari membesarkan anak-anak, membiayai sekolah, sementara dirinya tidak memiliki pekerjaan tetap.
Ujian terbesar datang di awal 2024. Setelah sempat mengelola kantin, Magdalena kembali kehilangan pekerjaan. Saat itu, anak bungsunya menyatakan keinginannya untuk kuliah. Keputusasaan dan ketakutan melanda. Bagaimana mungkin membiayai kuliah di kota lain tanpa pemasukan? Namun, sebagai seorang ibu, dia tidak pernah mengatakan "tidak ada uang" pada anaknya. Hanya satu kata yang terus dipegangnya, "Berdoa."
Dan dalam titik tergelap itu, di suatu malam yang sunyi, jawaban datang. Bukan melalui kata-kata manusia, melainkan sebuah suara yang terdengar jelas dari kegelapan, membawa pesan yang menghibur dan menguatkan: "Jangan takut. Aku berjalan di depanmu."
Bagaimana sebuah keyakinan "hanya berdoa" membawa Magdalena dan anaknya melewati jalan yang tampak mustahil? Bagaimana Tuhan mengirimkan pertolongan demi pertolongan, mulai dari tiket pesawat, akomodasi hotel gratis, hingga biaya kos kuliah anaknya yang ditanggung sepenuhnya oleh orang yang tidak dikenalnya?
Kisah Magdalena adalah bukti nyata bahwa di balik setiap kesulitan, ada kasih yang bekerja. Bukan tentang mencari berkat, tetapi tentang mengenal hati Sang Pemberi Berkat.
Ingin menyaksikan sendiri kesaksian lengkap yang penuh haru dan mukjizat ini? Simak perjalanan iman Magdalena dalam video di bawah ini. Saksikan bagaimana Tuhan menyediakan jalan ketika manusia hanya melihat jalan buntu.
Tonton video lengkap kesaksiannya di sini!
Butuh Doa, Konseling, atau Pendampingan?
Jika Anda sedang dalam pergumulan berat seputar keluarga, iman, pernikahan, atau masa lalu, jangan hadapi sendirian. Silakan hubungi nomor Layanan Doa CBN di bawah ini.
Sumber : Solusi TV