Perbedaan Keselamatan dan Pemuridan Menurut Pdt. Raguel Lewi
Sumber: Yt: Warungsatekamu

Kata Alkitab / 28 November 2025

Kalangan Sendiri

Perbedaan Keselamatan dan Pemuridan Menurut Pdt. Raguel Lewi

Aprita L Ekanaru Official Writer
2493

Mengapa Banyak Orang Kristen Masih Bergumul dengan Kebiasaan Lama?

Pernahkah Anda merasa sudah menjadi Kristen, rajin ke gereja, tetapi tetap bergumul dengan kebiasaan lama yang sulit diubah? Mungkin kita masih mudah tersinggung, menyimpan dendam, atau sering merasa menjadi korban keadaan.

Banyak orang percaya mengalami fase ini, sudah menerima keselamatan, tetapi belum hidup sebagai murid Kristus. Untuk memahami penyebabnya, kita perlu melihat perbedaan mendasar antara keselamatan dan pemuridan.

 

Keselamatan: Kita Keluar dari “Neraka”

Dalam salah satu postingan Instagramnya, Pdt. Raguel Lewi menyampaikan pernyataan yang sangat kuat:

“Keselamatan itu membuat kita keluar dari neraka, tapi pemuridan membuat neraka keluar dari kita.”

Keselamatan adalah anugerah, bukan hasil usaha kita.

Efesus 2:8-9

"Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah."

Keselamatan adalah titik awal perjalanan rohani. Ia mengubah status kita dari manusia berdosa menjadi anak-anak Tuhan. Namun, status baru itu perlu ditindaklanjuti dengan proses pembentukan karakter.

 

BACA JUGA:

Bukan Sekadar Ikut Yesus, Pastor Andreas Bongkar Arti Sebenarnya Jadi Murid Kristus

Pelaku Bullying Dimulai Ketika Menjadi Korban dan 4 Hal Ini Jadi Peran Kunci Mencegahnya

Pemuridan: Mengeluarkan “Neraka” dari dalam Diri

Pemuridan adalah proses transformasi karakter, di mana Roh Kudus bekerja membuang sifat-sifat lama yang masih melekat.

2 Korintus 5:17

"Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru; yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang."

Meski sudah menjadi “ciptaan baru”, perubahan karakter tidak terjadi otomatis. Pemuridan membantu membersihkan kebiasaan marah, cara pikir negatif, mentalitas playing victim, kecenderungan menyalahkan orang atau keadaan.

Inilah yang disebut Pdt. Raguel Lewi sebagai “bau-bau neraka” yang masih ada dalam diri manusia.

 

Bahaya Menjadi “Kristen Konsumen”

Pdt. Raguel Lewi juga menyoroti bahaya gaya hidup Kristen yang hanya hadir di gereja pada hari Minggu tanpa kehidupan rohani di hari-hari lainnya:

“Ke gereja cuma hari Minggu, terus abis pulang nggak komunikasi sama siapa-siapa.”

Tanpa keterlibatan dan tanpa komunitas, seseorang mudah stagnan.

Ibrani 10:25

"Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita… tetapi marilah kita saling menasihati."

Kekristenan tidak dimaksudkan hidup sendiri.

 

BACA HALAMAN SELANJUTNYA>>

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami