Mengasuh anak yang memasuki usia remaja sering kali menghadirkan tantangan baru. Perubahan karakter, komunikasi yang lebih sensitif, serta kebutuhan emosional yang semakin kompleks menuntut orang tua untuk terus belajar dan beradaptasi. Hal inilah yang dialami oleh Ibu Wungsu Widiastuti, seorang ibu dari dua anak yang sudah beranjak dewasa dari Gereja Betani, Solo. Melalui program The Parenting Project, ia menemukan perspektif baru dalam membangun hubungan yang lebih sehat dengan anak-anaknya.
Sebagai seorang ibu yang lebih banyak memikul tanggung jawab pengasuhan karena sang suami pulang hanya seminggu sekali, Ibu Wungsu sering kali merasa kewalahan. Ketidakseimbangan peran tersebut membuatnya lebih mudah tersulut emosi, terutama saat menghadapi perbedaan karakter kedua anaknya.
Kondisi ini membuat Ibu Wungsu menyadari bahwa pola komunikasi yang selama ini digunakan perlu disesuaikan.
Perubahan Setelah Mengikuti The Parenting Project
Mengikuti sembilan modul pertama The Parenting Project memberikan dampak besar pada pemahaman dan pendekatan pengasuhan yang ia jalani. Meski telah aktif melayani di gereja dan pernah mengikuti kelas parenting sebelumnya, program ini memberikan wawasan yang berbeda. Beberapa hal penting yang ia pelajari meliputi:
Program ini menjadi penyegar yang terus mengingatkan dan memperbarui pola pikirnya dalam mendidik dan mendampingi anak-anak.
Perubahan yang paling nyata terlihat dalam hubungan Ibu Wungsu dengan anak keduanya. Ia mulai meninggalkan nada bicara yang tinggi dan menggantinya dengan pendekatan yang lebih empatik. Langkah yang ia lakukan antara lain: Berusaha memahami alasan di balik sikap anak, memberi ruang bagi anak untuk bercerita tanpa tekanan, menciptakan quality time dengan mengobrol berjam-jam ketika anak pulang ke rumah.
BACA HALAMAN SELANJUTNYA>>
Sumber : Jawaban.com