Banyak single Kristen yang sebenarnya merindukan pernikahan, tetapi diam-diam menyimpan ketakutan besar untuk melangkah. Salah satu penyebab paling umum adalah pengalaman menyaksikan orangtua sendiri berpisah.
Tanpa disadari, itu meninggalkan luka, keraguan, dan keyakinan bahwa pernikahan adalah sesuatu yang rapuh. Hal inilah yang pernah dialami model dan bintang iklan, Maya Septha, yang kini sudah menikah selama 13 tahun.
Maya tumbuh dengan gambaran pernikahan yang tidak ideal. Orangtuanya bercerai saat ia berusia empat tahun, lalu ia mengikuti ayahnya. Ayahnya kembali menikah, namun pernikahan itu pun berakhir dengan perceraian.
Dari situ Maya menyimpulkan bahwa pernikahan tidak pernah benar-benar bertahan selamanya.
Dalam Podcast bersama Daniel Mananta, ia berkata, “Biasanya orang ingin tumbuh seperti orangtuanya. Tapi pernikahan orangtuaku gagal. So I couldn't see that marriage is forever.”
Tanpa blueprint yang benar, Maya tumbuh dengan pola pikir kalau tidak cocok, ya selesai saja. Meski begitu, jauh di dalam hati, ia tetap mendambakan pernikahan yang berlangsung selamanya, tetapi ia tidak tahu bagaimana caranya.
Maya berpacaran selama 7,5 tahun sebelum menikah. Di tengah keraguannya, ia akhirnya memutuskan mengikuti berbagai kelas relationship dan kelas pra nikah di gerejanya.
Semua kelas ia ikuti bukan karena kewajiban, tetapi karena rasa ingin tahunya yang begitu besar untuk belajar soal pernikahan. Ia ingin mengerti bagaimana membangun pernikahan yang sehat dan tahan uji.
Mengejutkannya, Maya tidak hanya mengikuti kelas pada sebelum menikah saja. Bahkan, setelah menikah selama 13 tahun, ia tetap rutin mengikuti seminar pernikahan setiap tahun.
“Saya invest banyak untuk pernikahan ini,” ungkapnya.
Ada empat hal yang dibagikan Maya Septha dalam podcast bersama Daniel Mananta yang dibagikan untuk mengalahkan rasa takut menikah karena melihat perpisahan orangtuanya hingga ia yakin untuk memasuki pernikahan.
1. Ikuti Kelas Pra Nikah dan Bimbingan Rohani
Melalui proses pembelajaran, Maya semakin yakin bahwa pacarnya saat itu adalah pasangan yang Tuhan siapkan. Kelas pra nikah memberikan wawasan yang tidak pernah ia dapatkan dari keluarganya.
Dengan memahami visi pernikahan yang ditulis Alkitab, ia menemukan bahwa pernikahan bukan sekadar kecocokan, tetapi panggilan Tuhan yang perlu dijalani bersama.
2. Kenali Value yang Tidak Bisa Ditawar
Maya belajar untuk memahami apa saja yang ia cari dalam pasangan dan apa yang tidak bisa ia kompromikan. Ia menegaskan bahwa kekerasan verbal atau fisik, perokok, dan beberapa hal lainnya menjadi kriteria yang tidak bisa diterima.
Karena itu, sejak pacaran ia sudah melakukan screening. Jika Maya merasa ada bibit-bibit perilaku kasar, atau hal-hal yang tidak bisa ia terima, maka hubungan tidak akan dilanjutkan.
Ini bukan soal memilih pasangan sempurna, tetapi memilih pasangan yang aman dan bertanggung jawab secara karakter. Seperti yang dikatakan Maya sebelumnya, ia menginginkan pernikahan yang bertahan hingga akhir, bukan perceraian.
3. Jadikan Tuhan Blueprint Pernikahan
Sebelum mengikut kelas pernikahan, Maya sempat berpikir bahwa pernikahan berhasil jika wanita cantik dan pria kaya. Namun setelah melihat banyak model dan konglomerat yang juga bercerai, ia menyadari bahwa blueprint dunia tidak dapat dijadikan patokan.
Blueprint sejati berasal dari Tuhan. Pernikahan adalah rancangan-Nya, sehingga cara membangunnya harus kembali kepada firman-Nya.
4. Menempatkan Rasa Hormat di Posisi yang Benar
Sebagai perempuan dengan karier yang baik, Maya menyadari bahwa mudah bagi seorang wanita modern untuk tanpa sengaja mengambil alih peran suami. Namun Alkitab mengajarkan keteraturan peran dalam keluarga.
Ia belajar menempatkan diri dengan hormat kepada suami, tanpa menghilangkan jati dirinya. Bukan soal dominan, tetapi soal keharmonisan peran seperti yang Tuhan tetapkan.
Pernikahan Bisa Selamanya, Jika Dikerjakan Bersama Tuhan
Jika Anda juga merasa takut menikah karena perceraian orangtua, semoga kesaksian Maya Septha bisa menunjukkan bahwa masa lalu tidak harus menentukan masa depan.
Ketika blueprint yang rusak digantikan oleh firman Tuhan, kita bisa membangun pernikahan yang sehat, kokoh, dan penuh kasih.
Jika Anda butuh didoakan dalam pergumulan ini, Layanan Doa CBN siap membantu. Hubungi WhatsApp: 0822-1500-2424.
Sumber : Maya Septha, Podcast Daniel Tetangga Kamu