Ibu Wulan adalah seorang ibu muda yang kini memiliki seorang putri bernama Gwen yang berusia dua tahun. Masa kecilnya penuh tantangan, karena sejak bayi ia dibesarkan oleh neneknya. Kedua orang tuanya berpisah saat ia lahir dan kemudian bekerja jauh dari rumah. Kedekatan dan kasih nenek menjadikan sosok itulah yang ia anggap sebagai orang tua sebenarnya. Namun di balik itu, tersimpan luka mendalam berupa rasa kurang diperhatikan dan tidak mendapatkan kehadiran orang tua secara utuh.
Ketika Ibu Wulan memasuki dunia sebagai orang tua, luka masa kecil itu memunculkan kerinduan besar: ia ingin memastikan bahwa putrinya mengalami kasih sayang penuh dan tidak mewarisi perasaan terabaikan seperti yang pernah ia alami. Bersama suami yang ternyata memiliki latar belakang masa kecil serupa, ia memutuskan untuk belajar melalui The Parenting Project, sebuah program yang membimbing orang tua memahami pola asuh berdasarkan firman Tuhan dan prinsip kasih.
Walaupun bekerja di luar kota dan tak selalu bisa berada di dekat Gwen, Ibu Wulan tetap menghadirkan diri secara emosional. Ia rutin melakukan video call setiap hari, memastikan Gwen tetap merasakan kedekatan ibunya. Ketika pulang ke rumah, ia memberikan waktu berkualitas sepenuhnya untuk mengisi “tangki cinta” putrinya. Suaminya juga berperan aktif, membagi waktu antara pekerjaan dan pengasuhan sehingga Gwen tetap mendapatkan perhatian yang utuh dari kedua orang tuanya.
Dalam proses belajar, Ibu Wulan sangat terberkati oleh setiap modul The Parenting Project. Salah satu yang paling mengena adalah pemahaman tentang pentingnya menghindari pola asuh otoriter dan bagaimana menghadirkan kasih yang konsisten. Materi ini menolongnya menemukan cara terbaik untuk tetap dekat dengan anak meski harus bekerja jauh, serta menguatkannya bahwa kehadiran emosional sama berharganya dengan kehadiran fisik.
Melalui Parenting Project, Ibu Wulan dan suami semakin memahami bahwa mereka memiliki kesempatan untuk memutus rantai luka masa kecil dan membangun fondasi kasih yang kuat bagi anak mereka. Program ini menolong mereka melihat pengasuhan dari perspektif Tuhan bahwa setiap anak membutuhkan seperti apa yang Tuhan berikan: kasih, perhatian, dan kehadiran tanpa syarat.
Kini, Ibu Wulan merasa diberkati dan semakin teguh menjalani perannya sebagai orang tua. Ia berkomitmen untuk menghadirkan cinta yang utuh bagi Gwen, memastikan putrinya bertumbuh dalam keluarga yang harmonis, penuh kasih, dan takut akan Tuhan.
Kisah Ibu Wulan menunjukkan bahwa tidak pernah ada kata terlambat untuk memperbaiki hubungan dengan anak. Dengan ilmu yang tepat dan perubahan sikap orang tua, kedekatan yang hilang dapat kembali tumbuh.
Daftarkan gereja Anda untuk mengikuti The Parenting Project, agar semakin banyak keluarga dipulihkan dan diteguhkan di dalam Tuhan.
Sumber : Jawaban.com