Bagi Ibu Beci Kase, menjadi ibu yang harus mengurus dua orang anak yang kini beranjak remaja sering kali menguji kesabaran. Kedua anaknya Putra dan Tiara biasanya sering bertengkar dan membuat suasana rumah menjadi gaduh. Belum lagi Putra yang terkadang cemburu jika ibu Beci lebih menyayangi dan memperhatikan Tiara daripada dirinya, membuat ibu Beci sering harus beradu argumen.
Jika sudah begitu, ibu Beci akan mulai meninggikan nada suara dan melontarkan kata-kata yang sedikit kasar. Saat dirasa kelakuan anak sudah di luar batas, dia akan mulai memukul kedua anaknya.
Baca Juga: Keluarga Bapak Widodo Diteguhkan Kembali Lewat The Parenting Project
Masalah tidak berhenti sampai di situ. Hubungannya dengan suami pun sering tegang, terutama karena kondisi ekonomi keluarga. Suaminya bekerja sebagai tukang ojek hingga larut malam. Namun Ibu Beci tetap sering marah tanpa menyadari bahwa perkataannya menyakiti hati suaminya. “Saya orangnya keras… dan saya sering marah, baik ke anak maupun ke suami,” tuturnya jujur.
Semua itu berlangsung hingga ia diajak mengikuti The Parenting Project di gerejanya pada bulan Agustus. Awalnya, ia hanya berharap bisa mendapat sedikit bekal untuk mendidik anak. Namun ketika tiba pada modul “Menjadi Teladan”, ada sesuatu yang menggerakkan hatinya. Ia tampak terdiam saat mendengar penjelasan tentang bagaimana anak akan meniru sikap orang tua. Ia merasa apa yang disampaikan persis menggambarkan dirinya selama ini. Tanpa sadar, air matanya jatuh. Ia merasa Tuhan sedang menegur dan mengingatkannya bahwa perubahan harus dimulai dari dirinya sendiri. “Apa yang disampaikan di video itu saya. Saya yang salah. Saya harus berubah,” ucapnya.
Baca Juga: Proses Ibu Grace dan Suami Dipulihkan untuk Menjadi Orang Tua Sepanjang Masa
Sejak saat itu, ibu Beci belajar berproses menjadi orang tua yang lebih baik. Ia mencoba untuk melembutkan nada suaranya ketika menegur anak, dan bahkan sang suami yang kerap menjadi pelampiasan amarah kini mengajarkannya untuk lebih bersabar. Ia juga mulai menceritakan pelajaran dari program ini kepada suaminya.
“Saya masih proses, tapi sudah lebih baik daripada dulu,” katanya.
Perubahan itu terlihat jelas. Komunikasi ibu Beci dengan anak-anak yang dulu kurang baik, kini berubah menjadi komunikasi yang saling mendengarkan. Sehingga rumah menjadi lebih tenang dan damai.
Meskipun ini masih merupakan perjalanan awal untuk terus belajar dari The Parenting Project, namun ia begitu bersyukur bisa mendapatkan kesempatan untuk belajar menjadi teladan bagi anak dan suaminya.
“Saya berterima kasih, karena lewat program ini saya sadar bahwa saya harus jadi teladan dulu untuk anak-anak,” ujarnya.
Semangat ibu Beci terus membara. Ia berkomitmen untuk menyelesaikan pelajaran The Parenting Project di sela-sela kesibukannya mengurus rumah tangga karena ia tahu bahwa ini adalah kesempatan untuk membangun hubungan yang lebih baik dengan keluarganya.
Ingin mengalami perubahan seperti Ibu Beci? Ikuti The Parenting Project dan mulai perjalanan baru dalam membangun keluarga.
Daftarkan gereja Anda di website The Parenting Project.
https://theparentingproject.id/