Keluarga Bapak Widodo Diteguhkan Kembali Lewat The Parenting Project
Sumber: Jawaban.com

Family / 11 November 2025

Kalangan Sendiri

Keluarga Bapak Widodo Diteguhkan Kembali Lewat The Parenting Project

Aprita L Ekanaru Official Writer
1955

Keluarga yang kuat lahir dari hati yang disembuhkan. Kalimat itu mungkin menggambarkan perjalanan hidup Bapak Widodo, seorang peserta The Parenting Project yang mengalami perubahan luar biasa dari masa lalu penuh luka menjadi kepala keluarga yang membimbing keluarganya dengan kasih dan iman kepada Tuhan.

 

Tumbuh Tanpa Panutan dan Kehilangan Arah

Bapak Widodo dibesarkan di tengah keluarga yang tidak harmonis. Orang tuanya sering bercerai dan tidak pernah memberikan teladan dalam hal iman. “Saya tidak pernah diajarkan soal ibadah atau ketaatan. Jadi, saya tumbuh tanpa arah,” kenangnya.

Masa kecil tanpa panutan membuatnya hidup mengikuti arus. Ia bahkan sempat kehilangan semangat belajar dan merasa hidupnya hampa.

Namun, di usia 15 tahun, titik balik terjadi. Saat itu ia menonton film tentang Tuhan Yesus yang diadakan komunitas Katolik di lingkungan rumahnya. Setelah menonton, saya tidak bisa tidur. Ada sesuatu yang menggugah hati saya. Saya ingin mengenal Tuhan Yesus lebih dalam,” tuturnya.

 

Mengenal Kasih Tuhan dan Dipulihkan

Perjalanan iman Bapak Widodo berlanjut ketika ia bekerja di Ukrim (Universitas Kristen Immanuel) tahun 1995. Di sana ia bertemu banyak orang yang memperkenalkan kasih Kristus secara nyata.

“Di Ukrim saya dibina dan diarahkan untuk mengenal Tuhan. Saya merasa nyaman dan damai, sesuatu yang belum pernah saya rasakan sebelumnya,” ujarnya penuh syukur.

Sejak saat itu, hidupnya berubah. Ia mulai aktif ke gereja, bertumbuh dalam iman, dan bertekad membangun keluarga yang berakar kuat dalam Tuhan.

 

Membangun Mezbah Keluarga dan Menjadi Teladan

Sebagai ayah dan suami, Bapak Widodo berkomitmen untuk tidak mengulangi kesalahan masa lalu. Ia ingin menciptakan keluarga yang harmonis dan penuh kasih.

“Kami rutin mengadakan mezbah doa, belajar bersyukur, dan berdoa bersama. Anak-anak saya belajar untuk selalu mengucap syukur atas segala hal,” jelasnya.

Anak pertamanya bahkan menjadi bukti nyata penyertaan Tuhan. Saat pandemi COVID-19 melanda, sang anak lulus kuliah dan langsung diterima bekerja di perusahaan besar.

Kalau bukan karena pertolongan Tuhan, itu tidak akan terjadi,” ucapnya penuh rasa syukur.

 

Diperbarui Melalui The Parenting Project

Melalui program The Parenting Project, Bapak Widodo semakin diteguhkan dalam pengasuhan anak. “Saya belajar untuk tidak membeda-bedakan anak, memberikan kasih yang seimbang, dan menjadi teladan. Dulu saya sering bersikap terlalu kaku, sekarang saya belajar mengarahkan dengan kasih,” ungkapnya.

Program ini bukan hanya membuka wawasannya sebagai orang tua, tapi juga meneguhkan panggilannya sebagai imam dalam keluarga. “Saya ingin terus belajar agar keluarga kami semakin harmonis dan dekat dengan Tuhan,” tambahnya.

Kisah Bapak Widodo menjadi bukti nyata bahwa kasih Tuhan mampu memulihkan masa lalu yang pahit menjadi berkat. Dari keluarga yang broken home, ia kini menjadi pemimpin keluarga yang kokoh dalam iman. Ia berharap pengalaman hidupnya bisa menginspirasi keluarga lain untuk tidak menyerah menghadapi tantangan, dan terus memperjuangkan kesatuan keluarga di dalam Tuhan.

“Saya ingin membuang akar pahit masa lalu dan membina keluarga yang dirindukan Tuhan,” – Bapak Widodo.

Daftarkan gereja Anda untuk mengikuti The Parenting Project, agar semakin banyak keluarga dipulihkan dan diteguhkan di dalam Tuhan.

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami