Di sebuah desa di Jatisari, Boyolali, tinggal seorang anak berusia 10 tahun bernama Jessen Dwi Saputra. Saat ini Jessen duduk di kelas 4 SD. Ia hobi menggambar pemandangan dan bermain gitar.
Sejak kecil, Jessen belajar musik dari sosok Papanya yang sangat ia kagumi. Baginya, Papa adalah teladan iman dan pelayanan. Papa bisa memainkan hampir semua alat musik di gereja.
Mulai dari gitar, bass, drum, keyboard, bahkan juga bisa berkhotbah. Setiap kali melihat Papa melayani, Jessen selalu berkata dalam hati, “Aku mau seperti Papa.”
Namun, Jessen mengalami kehilangan terbesar ketika Papanya dipanggil Tuhan karena sakit yang dideritanya. 31 Juli 2025, hari yang paling berat dalam hidup anak 9 tahun ini.
BACA JUGA: Doa Seorang Anak Ubah Hati Sang Ayah, Inilah Kisah Nuel yang Belajar dari Ester
Semenjak peninggalan Papanya, banyak hal berubah. Rumah terasa sepi, malam-malam menjadi menakutkan, dan tawa Papa yang dulu selalu menghangatkan rumah kini tinggal kenangan.
“Aku sedih banget. Rasanya seperti kehilangan bagian dari diriku,” kata Jessen lirih.
Di tengah kesedihan itu, Tuhan menjamah hatinya lewat kisah Nabi Elia dalam tayangan Superbook di sekolah minggu gerejanya. Ketika melihat bagaimana Elia berani melawan 400 nabi Baal sendirian, Jessen tersentuh. Elia tampak sendirian, tapi Tuhan tetap menyertainya.
Saat itu, Jessen merasa seperti Elia, kehilangan seseorang yang ia sayangi, tapi ia tidak pernah benar-benar ditinggalkan sendiri.
Sejak hari itu, Jessen mulai belajar mempercayai Tuhan lebih dalam. Ia yakin, meski Papa sudah bersama Tuhan Yesus di surga, Tuhan yang sama juga ada bersamanya di bumi.
Ketakutannya mulai berubah menjadi ketenangan. “Aku percaya, Tuhan gak pernah ninggalin aku,” ucapnya dengan senyum kecil.
Sekarang, Jessen kembali melangkah dengan semangat baru. Ia mulai membantu pelayanan di gereja, bermain musik seperti Papa, bahkan kadang mengiringi pujian dengan kajon atau gitar kecil.
Di hatinya tumbuh satu kerinduan untuk menjadi seorang pendeta seperti Papanya dan melayani Tuhan dengan seluruh hidupnya.
BACA JUGA: Edgar Belajar Tuhan Lebih Penting Daripada Main, Apa yang Menggerakkan Hatinya?
Tuhan memang tidak menjanjikan hidup tanpa kehilangan, tetapi Dia berjanji akan menyertai setiap langkah anak-anak-Nya. Seperti Elia, Jessen menemukan kekuatan baru bahwa kasih Tuhan jauh lebih besar dari rasa sedih yang pernah ia rasakan.
“Tuhan Yesus baik. Dia tidak pernah meninggalkan anak-anak-Nya,” ucap Jessen penuh keyakinan.
Melalui kisah Jessen, kita melihat bagaimana firman Tuhan dapat menguatkan hati anak-anak, dalam keadaan tersulit sekalipun. Pelayanan Superbook terus menghadirkan kisah-kisah Alkitab yang hidup, menolong anak-anak mengenal Tuhan secara pribadi dan bertumbuh dalam iman.
Yuk, ambil bagian dalam karya Tuhan ini! Dukung pelayanan Superbook agar lebih banyak anak mengalami kasih dan kuasa Tuhan melalui tayangan dan kegiatan rohani yang membangun. Klik tombol di bawah untuk menjadi mitra Superbook hari ini:
Sumber : Jawaban.com