Pernahkah Anda merasa hidup tidak adil? Sudah berbuat baik, tetapi justru disalahpahami. Sudah jujur, tetapi malah dituduh. Atau bahkan dikhianati oleh orang yang paling Anda percayai.
Jika Anda pernah berada di posisi itu, Anda tidak sendirian. Fakta Alkitab kali ini menunjukkan bahwa bahkan orang pilihan Tuhan pun pernah mengalami hal serupa, ia adalah Yusuf.
Dijual oleh Saudara Sendiri
Yusuf adalah anak ke-11 Yakub dan anak pertama dari Rahel, istri yang paling dicintai. Sejak muda, Yusuf hidup dalam keluarga yang dipenuhi persaingan dan kecemburuan. Yakub menunjukkan kasih istimewa kepadanya dengan memberikan jubah indah sebagai tanda kasih sayang.
BACA JUGA: Jika Diperlakukan Tidak Adil, Bagaimana Kita Harus Merespon?
Namun, justru kasih khusus itu menimbulkan iri hati di antara saudara-saudaranya. Ketika Yusuf menceritakan mimpinya bahwa suatu hari mereka akan sujud kepadanya, kebencian saudara-saudara Yusuf jadi semakin dalam.
Sampai akhirnya, mereka tega menjual Yusuf kepada kafilah orang Ismael yang sedang menuju Mesir.
Bayangkan, Yusuf dijual oleh saudara sendiri, dibuang jauh dari rumah, dan kehilangan kasih seorang ayah yang sangat ia cintai. Di titik itu, hidup Yusuf tampak begitu tidak adil. Namun, kisahnya tidak berhenti di sana.
Difitnah dan Dimasukkan ke Penjara
Di Mesir, Yusuf dijual kembali kepada Potifar, seorang pejabat tinggi Firaun. Ia bekerja keras dan tetap setia, meski nasib tidak berpihak padanya. Ujian lain datang kepada Yusuf.
Istri Potifar menaruh hati kepadanya dan berulang kali menggoda Yusuf, tetapi Yusuf menolak karena takut berdosa terhadap Allah. Karena marah, istri Potifar memfitnah Yusuh dan menjebloskannya ke dalam penjara.
Sekali lagi, Yusuf menjadi korban ketidakadilan. Tetapi Fakta Alkitab mencatat hal luar biasa bahwa, “Tuhan menyertai Yusuf dan membuatnya berhasil dalam segala hal yang dilakukannya.” (Kejadian 39:2, 21)
Di dalam penjara, Yusuf tidak menyerah. Ia tetap berbuat baik dan menggunakan karunia yang dimilikinya untuk menafsirkan mimpi orang lain. Ia tetap percaya bahwa Tuhan sedang bekerja, meski belum tampak hasilnya.
BACA JUGA: Ketika Tuhan Rasanya Tidak Berpihak
Diangkat ke Istana dari Penjara
Suatu hari, Firaun bermimpi dan tak seorang pun dapat menafsirkannya. Yusuf dipanggil keluar dari penjara, dan dengan hikmat dari Tuhan, ia menjelaskan makna mimpi itu serta memberikan solusi bijak menghadapi masa kelaparan.
Dalam waktu singkat, Yusuf yang sebelumnya seorang tahanan, diangkat menjadi penguasa tertinggi di Mesir, hanya di bawah Firaun.
Perjalanan Yusuf dari sumur ke istana membuktikan bahwa Tuhan tidak pernah diam. Semua penderitaan, fitnah, dan pengkhianatan yang ia alami ternyata merupakan bagian dari rencana besar untuk menyelamatkan banyak orang.
Ketika Yusuf akhirnya bertemu kembali dengan saudara-saudaranya, ia berkata, “Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan.” (Kejadian 50:20)
Tuhan Sedang Menulis Sesuatu Yang Indah
Jadi, jika Anda merasa hidup sedang tidak adil, ingatlah kisah Yusuf. Mungkin saat ini Anda belum melihat ujungnya, tetapi Tuhan sedang menulis sesuatu yang indah.
BACA JUGA: Apakah Tuhan Adil? Mungkin Tidak, Tapi Dia Benar
Seperti Yusuf di Mesir, ketidakadilan yang Anda alami bisa menjadi jalan menuju rencana-Nya yang lebih besar. Tetaplah percaya karena Tuhan tidak pernah meninggalkan orang yang hidup dalam kebenaran dan kesetiaan kepada-Nya.
Saksikan Fakta Alkitab Kisah Yusuf lewat video di bawah ini:
Sumber : YouTube Jawaban Channel