Elon Musk menyuarakan seruan untuk melakukan Cancel Netflix atau boikot terhadap layanan streaming tersebut, karena menilai Netflix memasukkan ideologi LGBT dan transgender dalam sejumlah tayangan anak-anak. Seruan itu ia sampaikan beberapa kali melalui platform X (sebelumnya Twitter) sejak 1 Oktober 2025.
BACA JUGA: 7 Gebrakan Teknologi yang Diluncurkan oleh Elon Musk, Teknologi Apa yang Membuat Takjub?
Dalam unggahannya, Musk menulis, “Cancel Netflix for the health of your kids.” (Batalkan Netflix demi kesehatan anak-anakmu), sambil membagikan meme yang menggambarkan Netflix sebagai kuda troya yang membawa agenda transgender ke dalam tontonan anak-anak.
.jpg)
Tak hanya sekali, Musk beberapa kali menuliskan “Cancel Netflix” sambil mengutip cuitan pengguna lain.
.jpg)
Seruan itu ia sampaikan setelah me-retweet video yang menampilkan cuplikan dari serial animasi anak berjudul Dead End: Paranormal Park, di mana karakter utama bernama Barney adalah seorang protagonis transgender.
Pernyataan ini memicu perdebatan luas di X. Sebagian pengguna mendukung langkah Musk dan menyatakan telah meng-cancel Netflix, sementara yang lain menilai sikap tersebut terlalu ekstrem.
BACA JUGA: 5 Film Kristen yang Bisa Anda Tonton di Netflix
Sementar itu, pihak Netflix belum memberikan tanggapan resmi atas tuduhan tersebut sampai saat ini.
Namun, Zach Barack, pengisi suara karakter Barney yang juga seorang transgender, menanggapi komentar Musk dengan mengatakan, “You can fear monger all you want, but kids and parents have told me it saved their lives.” (Kalian boleh saja menebar ketakutan, tapi anak-anak dan orang tua bilang bahwa serial ini menyelamatkan hidup mereka.)
Elon Musk memiliki seorang anak transgender bernama Vivian Wilson (sebelumnya Xavier Alexander Musk).
Hubungan mereka memburuk setelah Vivian menolak pandangan sang ayah yang dianggap anti-transgender, hingga pada 2022 ia resmi mengganti nama dan identitas gendernya secara hukum.
BACA JUGA: Disney Produksi Film Animasi LGBT Lagi, Orang Tua Kristen Wajib Waspada!
Musk kemudian mengaku “kehilangan anaknya” dan menyebut Vivian telah “dibunuh oleh virus pikiran woke”, karena merasa “ditipu” untuk mengizinkan perawatan medis untuk mendukung perubahan jenis kelamin.
Peristiwa ini seharusnya menjadi pengingat bagi kita, umat Tuhan, untuk semakin bijak dalam menyaring setiap konten yang dikonsumsi anak-anak. Ideologi LGBT bukan sekadar tren modern, tetapi sebuah pandangan yang dapat mengaburkan kebenaran tentang jati diri manusia sebagaimana yang Tuhan tetapkan sejak semula.
Karena itu, mari terus menjaga generasi kita agar tetap hidup dalam kebenaran firman dan memahami bahwa identitas sejati mereka hanya dapat ditemukan di dalam Kristus.
Sumber : Berbagai sumber | Jawaban.com