Pernahkah Anda merasa iman diuji hingga ke batasnya? Saat doa-doa seakan hanya memantul dari langit dan badai kehidupan begitu mengguncang? Kisah ini mungkin akan menyentuh hati Anda.
Bayangkan seorang hamba Tuhan Pendeta Bambang Irawan, yang setia melayani dan berkhotbah tentang kuasa Yesus yang menyembuhkan dan memulihkan. Namun, Ibu Yenny istrinya yang selalu mendampinginya dalam pelayanan tiba-tiba terserang stroke berat. Seperempat otaknya tersumbat. Keadaan yang tidak pernah ia bayangkan.
“Itu sebuah intimidasi dan pukulan yang sangat serius,” ujarnya. Bisikan iblis pun datang, “Makanya kamu sudah enggak usah bicara tentang kuasa Yesus. Kamu enggak usah berkeliling tentang Yesusmu yang hebat... yang menyembuhkan. Sekarang kamu berdoalah buat istrimu. Saya mau lihat sembuh enggak?”
Di sisi lain, sang istri, seorang ibu gembala yang aktif, tiba-tiba tidak bisa berbicara, tidak mengenali suami maupun anaknya sendiri. Keputusasaan mendalam menghampirinya. “Ya penginnya mati gitu... Karena hopeless,” kenangnya. Perasaan tidak berguna karena segala sesuatu harus dibantu orang lain kerap menyergapnya.
Ujian itu tidak berhenti sekali. Stroke kedua datang, lebih parah dari yang pertama. Lalu, bagaimana respons seorang suami? Dalam kejujurannya, ia mengakui bahwa semua ini tidak mudah. “Kalau bukan Tuhan, enggak bisa.” Ia belajar untuk memahami bahwa jiwa seorang penderita stroke sangat mengharapkan penghargaan, penghormatan, dan penerimaan. “Jadi semua saya utamakan dia,” tekadnya.
Tantangan dalam rumah tangga dan pelayanan pun harus dihadapi. Godaan untuk menyerah dan jalan pintas mungkin saja ada. Namun, kunci yang ia pegang adalah keintiman dengan Tuhan dan kesadaran akan hadirat-Nya 24 jam. “Kalau kita sadar Tuhan hadir dalam hidup kita 1 hari 24 jam, apapun yang kita kerjakan di mana pun sekalipun seorang diri, itu aman.”
Kisah ini adalah tentang kesetiaan, ketekunan, dan iman yang tidak goyah meski diterpa badai bertahun-tahun. Ini adalah pengingat bahwa di saat kita merasa tidak kuat, Tuhanlah kekuatan kita. Bahwa kesetiaan kita kepada-Nya diuji melalui kesetiaan kita kepada pasangan dan keluarga.
Apakah Anda sedang menghadapi pergumulan yang berat? Merupakan seorang caregiver untuk orang yang Anda kasihi? Atau mungkin iman Anda sedang diuji?
Temukan kelanjutan kisah inspiratif tentang keteguhan hati, perjuangan, dan mukjizat dalam perjalanan iman sebuah keluarga ini. Saksikan percakapan penuh makna yang akan menguatkan dan mengingatkan Anda bahwa di balik setiap proses, ada rencana Tuhan yang indah.
Tuhan tidak pernah menjanjikan langit selalu biru, tetapi Dia berjanji menyertai kita melewati badai.
Tonton kisah lengkap perjuangan dan kesetiaan mereka dalam video di bawah ini. Dapatkan penguatan iman dan penghiburan nyata bagi perjalanan hidup Anda.
Jika Anda sedang menghadapi tantangan yang serupa dengan kisah di atas, kami mengundang Anda untuk menghubungi Layanan Doa CBN. Kami siap dengan senang hati memberikan bantuan dan dukungan untuk Anda.
Sumber : Cahaya Bagi Negeri Youtube