Ribuan umat Katolik dan masyarakat setempat berkumpul dalam sebuah perjalanan iman yang penuh makna, yakni Ziarah Arca Bunda Maria Assumpta. Acara ini menjadi bagian dari Festival Golo Koe 2025, sebuah perayaan yang menggabungkan iman dan budaya di seluruh Keuskupan Labuan Bajo. Arca Bunda Maria diarak keliling ke 26 paroki, menjadi simbol devosi umat sekaligus sarana pembinaan iman.
Sukacita dan Harapan Lintas Iman
Ziarah ini bukan sekadar prosesi religius, tetapi juga peristiwa rahmat yang menyatukan berbagai lapisan masyarakat. Uskup Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus, menyebut kehadiran Bunda Maria sebagai sumber “sukacita dan harapan lintas iman”. Sementara itu, Vikep Labuan Bajo, RD Yuvensius Rugi, mengajak umat untuk meneladani Maria sebagai “pelita yang membawa kita kepada Kristus”.
Tak hanya umat Katolik, masyarakat Muslim turut serta menyambut dengan hangat, menunjukkan harmoni antarumat beragama di NTT. Kolaborasi ini semakin terasa melalui tarian adat, nyanyian pujian, dan pakaian tradisional Manggarai yang menghiasi setiap titik perjalanan ziarah.
Perjalanan Penuh Tantangan dan Berkah
Ziarah dimulai pada 9 Juli 2025 dari Paroki St. Martinus Bari, Kecamatan Macang Pacar. Awalnya, rencana pengiriman arca melalui laut harus dibatalkan karena cuaca buruk, sehingga perjalanan dialihkan melalui jalur darat.
Dari Bari, arca melanjutkan perjalanan ke Paroki Pateng-Regho dan seterusnya, melewati berbagai desa dan kota. Puncak prosesi akan berlangsung di Bukit Golo Koe pada 14 Agustus 2025, di mana ribuan umat diperkirakan akan berkumpul untuk merayakan hari raya Maria Diangkat ke Surga.
Sepanjang rute, jalan-jalan kota berubah menjadi jalur ziarah penuh cahaya, dengan lilin dan doa yang mengalir bak sungai kasih. Di titik awal prosesi, tarian adat dan sesaji dipersembahkan sebagai simbol keselarasan antara iman dan tradisi lokal.
Kolaborasi Iman, Budaya, dan Pemerintah
Festival Golo Koe tidak hanya menjadi milik Gereja, tetapi juga mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat. Kerja sama ini menunjukkan komitmen bersama untuk membangun kemajuan daerah melalui nilai-nilai spiritual dan budaya.
Momen ini membuktikan bahwa devosi kepada Bunda Maria tidak hanya menguatkan iman umat Katolik, tetapi juga menjadi jembatan persaudaraan bagi seluruh masyarakat. Dengan semangat sukacita, harapan, dan persatuan, ziarah ini menjadi bukti nyata bahwa iman dan budaya dapat berjalan beriringan.
Ayo, sambut Bunda Maria dengan hati terbuka dan jadikan perjalanan ini sebagai momen untuk semakin dekat dengan Kristus!
BACA JUGA:
Bulan Mei, Bulan Khusus untuk Menghormati Bunda Maria dalam Tradisi Katolik
Negara Muslim Ini Dirikan Katedral Bunda Maria Orang Arab, Diresmikan 10 Desember Lho!
Sumber : Berbagai sumber | Jawaban.com