Perjuangan Ojol Tuntut Keadilan Berujung Bentrok: Sesama Rakyat Diadu Domba

News / 4 July 2025

Kalangan Sendiri

Perjuangan Ojol Tuntut Keadilan Berujung Bentrok: Sesama Rakyat Diadu Domba

daniel.tanamal Official Writer
2892

Harapan para pengemudi ojek online (ojol) untuk memperjuangkan potongan aplikasi 10% justru berubah menjadi duka. Forum Group Discussion (FGD) yang digelar Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pada 24 Juli 2025 memicu bentrokan antar sesama ojol di luar lokasi forum.

Asosiasi Pengemudi Ojol Garda Indonesia dan gerakan Korban Aplikator menyebut FGD itu tidak adil. Dari 16 asosiasi yang diundang, hanya dua yang mendukung tuntutan pemotongan 10%, sementara 14 lainnya diketahui menolak. 

“Kami Korban Aplikator meminta Kemenhub bertanggung jawab atas kekisruhan yang terjadi walau tidak sampai terjadi korban jiwa, namun sangat tidak pantas penyelenggara Negara membenturkan sesama Rakyat Indonesia yang berprofesi sebagai ojol agar saling menyerang," ujar Raden Igun Wicaksono, Ketua Umum Asosiasi Pengemudi Ojol Garda Indonesia dalam keterangan persnya.

Bentrokan fisik pun tak terhindarkan, meski tak menimbulkan korban jiwa. Mereka menilai Kemenhub lalai menjaga keseimbangan suara dan bahkan menduga ada provokasi dari perusahaan aplikator yang ingin menggagalkan tuntutan tersebut.

Garda Indonesia mendesak Presiden Prabowo Subianto turun tangan menengahi kisruh yang semakin meruncing ini. "Kami yakin Presiden Prabowo sangat pro Rakyat, bukan pro kepada perusahaan aplikator, semoga Lembaga Kepresidenan dan Presiden Prabowo dapat memberikan perhatian kepada Rakyat Indonesia yang menginginkan potongan aplikasi diturunkan menjadi 10% karena sudah banyak makan korban pengemudi apabila potongan aplikasi masih tidak juga diturunkan menjadi 10%."

Sumber : Daniel Tanamal - Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami