Yesus mengajarkan kita untuk menghadapi konflik dengan kasih dan kebijaksanaan, bukan dengan melampiaskan kemarahan secara terbuka. Matius 18:15 memberikan pedoman: "Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu, engkau telah mendapatnya kembali." Ini menunjukkan pentingnya komunikasi langsung dan penyelesaian secara pribadi sebelum melibatkan orang lain.
4. Solusi yang Lebih Baik
Daripada mengumbar kesalahan pasangan di media sosial, ada beberapa langkah yang lebih bijak:
Berdoa dan mencari kekuatan dari Tuhan. Serahkan rasa sakit kepada-Nya dan mintalah hikmat dalam bertindak.
Bicara langsung dengan pasangan. Jika memungkinkan, komunikasi yang baik dapat membantu mencari solusi.
Mencari dukungan yang tepat. Bercerita kepada orang yang bisa dipercaya, seperti pendeta, sahabat rohani, atau konselor pernikahan.
Menjaga harga diri dan masa depan. Apa yang kita unggah di media sosial akan tetap ada dan bisa memengaruhi citra diri kita di kemudian hari.
Mengekspresikan perasaan itu penting, tetapi cara kita melakukannya akan menentukan dampaknya. Mengumbar perselingkuhan pasangan di media sosial mungkin terasa melegakan sesaat, tetapi apakah itu benar-benar membawa solusi? Sebagai orang percaya, kita dipanggil untuk bertindak dengan kasih dan kebijaksanaan. Saat terluka, mendekatlah kepada Tuhan yang sanggup menyembuhkan, bukan kepada media sosial yang hanya memberikan penghakiman tanpa pemulihan sejati.
Sumber : Jawaban.com