Di era digital yang serba cepat ini, kita sering melihat anak-anak lebih mahir menggunakan gawai daripada orang tuanya. Mereka dengan mudah mengoperasikan aplikasi, mencari informasi, hingga berkomunikasi dengan dunia luar.
Lalu, apakah hanya dengan menguasai teknologi digital, seorang anak sudah siap menghadapi kehidupan dan masa depannya kelak?
Di sinilah peran Anda sebagai orang tua menjadi krusial, bukan hanya untuk mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga memastikan bahwa literasi dalam kehidupan tetap menjadi fondasi Utama bagi mereka.
Teknologi Digital Penting, Tapi Bukan Segalanya
Kecanggihan teknologi menawarkan banyak manfaat bagi anak-anak maupun orang dewasa. Dari sekadar hiburan hingga sumber pembelajaran, dunia digital semakin menarik perhatian. Namun, ada satu hal yang tidak bisa digantikan oleh teknologi yaitu kebijaksanaan dalam menyaring informasi.
Sebagai orang tua, kita dipanggil untuk mendidik anak-anak dalam hikmat dan kebenaran (Amsal 22:6). Ini berarti tidak hanya membiarkan mereka berkembang dalam perkembangan dunia digital, tetapi juga membekali mereka dengan kemampuan literasi yang baik. Literasi bukan hanya soal membaca dan menulis, tetapi juga memahami, menganalisis, serta menerapkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.
Dasar Kehidupan yang Kuat
Alkitab sendiri merupakan contoh literasi terbaik yang harus kita wariskan kepada anak-anak. Firman Tuhan mengajarkan prinsip-prinsip hidup yang benar, memberikan kebijaksanaan, dan menuntun pada kebenaran.
Tanpa kemampuan memahami dan merenungkan firman Tuhan, seseorang bisa tersesat dalam berbagai pemikiran dunia.
Literasi dalam kehidupan juga mencakup kemampuan berpikir kritis, memahami etika, dan memilah informasi yang benar. Saat ini, berita palsu, konten yang menyesatkan, dan informasi yang tidak berdasar begitu mudah menyebar.
Jika anak-anak hanya mengandalkan teknologi tanpa kemampuan literasi yang baik, mereka bisa dengan mudah terpengaruh oleh hal-hal yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Kristen.
Sumber : Jawaban.com