Bangsa Israel hidup dalam pengharapan akan kedatangan Mesias, yang dipandang sebagai pemimpin yang akan membawa pembebasan, kedamaian, dan keadilan.
Harapan ini berakar pada janji Allah kepada nenek moyang mereka, mulai dari Adam, Abraham, hingga Daud, yang berulang kali ditegaskan melalui firman Allah.
Allah pertama kali mengisyaratkan kedatangan Mesias di Kejadian 3:15, yang dikenal sebagai protoevangelium atau janji Injil pertama.
Janji ini menyatakan bahwa keturunan perempuan itu akan menghancurkan kuasa ular, simbol kemenangan atas dosa dan kuasa jahat.
Melalui Abraham, Allah berjanji bahwa melalui keturunannya, semua bangsa di bumi akan diberkati (Kejadian 12:3). Dalam Daud, janji Mesias ditegaskan sebagai Raja yang akan memerintah selama-lamanya (2 Samuel 7:12-13).
Para nabi, seperti Yesaya dan Mikha, memperluas gambaran Mesias sebagai Hamba Allah yang menderita (Yesaya 53) dan Pemimpin yang akan dilahirkan di Betlehem (Mikha 5:2).
Orang Kristen percaya bahwa Yesus adalah penggenapan janji Mesias karena bukti yang ditemukan dalam kehidupan, kematian, dan kebangkitan-Nya. Berikut adalah dasar kepercayaan itu:
Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”