Perjalanan PAUD Pengharapan Sejati Memuridkan Anak Usia Dini
Sumber: Jawaban.com

Berita CBN / 8 July 2024

Kalangan Sendiri

Perjalanan PAUD Pengharapan Sejati Memuridkan Anak Usia Dini

Lidya Dwi Apriliani Official Writer
380

Perjalanan GBI (Gereja Bethany Indonesia) Efata Sampali dalam mengembangkan pelayanan pemuridan menghadapi banyak rintangan. Tapi hal itu tidak membuat mereka menyerah, hingga saat ini telah menjangkau 400 anak di setiap pelayanan mereka GBI Efata Sampali bersama CBN.  

Pemuridan di GBI Efata Sampali dimulai dari Superbook pada tahun 2017. Peningkatan anak-anak yang dijangkau capai 80 anak. Kemudian pemuridan School of Life dimulai pada tahun 2019. Seiring berjalannya waktu, Hemri Simbolon salah satu guru School of Life memiliki kerinduan untuk terus melayani anak-anak dari pagi hingga sore. 

BACA JUGA : Kesaksian 23 Guru: Saya Rindu Melayani Anak & Menciptakan Lingkungan Ramah Anak – Hemri 

“Ketika kita buka SOL 2019, semakin banyak anak-anak yang terlayani disini. Maka saya berpikir kalau School of Life dibukanya kan sore hari, saya punya kerinduan bagaimana anak-anak bisa datang kesini (ke gereja) dari pagi. Jadi gereja kita tidak hanya ramai ketika siang hingga sore. Tapi biarlah dia diramaikan oleh anak-anak dari pagi...” ungkapnya.  

Hingga akhirnya PAUD Pengharapan Sejati mulai dibuka pada tahun 2021 dengan jumlah murid 45 anak. Namun saat itu mereka tidak memiliki kurikulum pemuridan anak usia dini yang memadai. Tiap guru kewalahan dalam mempersiapkan pembelajaran yang menyenangkan untuk anak-anak. “Karena belum berpengalaman guru-gurunya, jadi guru-gurunya masih kurang strategi dan metode dalam mengajar...”

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami