Membangun Kembali Kepercayaan Anak yang Enggan Berbicara atau Bercerita dengan Orangtua
Sumber: canva.com

Parenting / 5 May 2024

Kalangan Sendiri

Membangun Kembali Kepercayaan Anak yang Enggan Berbicara atau Bercerita dengan Orangtua

Claudia Jessica Official Writer
1115

Sebelumnya kita telah membahas alasan mengapa anak enggan berbicara atau bercerita dengan orang tua.

Dalam artikel kali ini, kita akan membahas tentang bagaimana cara membangun kembali kepercayaan anak yang enggan berbicara atau bercerita dengan orangtuanya.

 

BACA JUGA: Anak Sekarang Tidak Mau Curhat sama Orang Tuanya, Kenapa?

 

Membangun kembali kepercayaan anak yang telah enggan berbagi cerita dengan orang tua membutuhkan usaha, kesabaran, dan konsistensi.

Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:

1. Ciptakan Ruang Aman untuk Berkomunikasi

Untuk menciptakan ruang aman dalam berkomunikasi dengan anak, tunjukkan ketertarikan yang tulus pada kehidupan mereka dengan bertanya tentang hari mereka, teman-teman, dan minat mereka.

Dengarkan dengan penuh perhatian, tanpa interupsi atau penilaian, sehingga anak merasa bebas untuk berbicara dan mengungkapkan perasaannya tanpa takut.

Hindari memberikan nasihat langsung, biarkan anak menceritakan masalahnya terlebih dahulu dan tunjukkan pemahaman Anda terhadap perasaannya.

Selain itu, hormati privasi anak dengan tidak memaksa mereka untuk berbicara tentang hal-hal yang tidak ingin mereka bagikan.

2. Bangun Kepercayaan Melalui Tindakan

Untuk membangun kepercayaan melalui tindakan, penting untuk selalu menepati janji yang dibuat kepada anak agar mereka merasa dapat mengandalkan Anda. Saat melakukan kesalahan, jadilah teladan dengan meminta maaf dan menunjukkan kesediaan untuk belajar darinya.

 

 

BACA JUGA: 6 Cara Paling Tepat untuk Membangun Hubungan yang Lebih Dekat Dengan Anak Remaja Anda

 

Hindari kebohongan karena kejujuran merupakan pondasi yang kuat untuk membangun kepercayaan. Selain itu, berikan anak tanggung jawab dan tunjukkan kepercayaan pada kemampuan mereka, hal ini akan membantu mereka merasa lebih percaya diri dan dihargai

3. Berikan Dukungan Emosional

Bantu anak merasa didukung secara emosional dengan menunjukkan empati dan pengertian terhadap perasaan mereka, memvalidasi pengalaman mereka, dan mengajarkan cara yang sehat untuk mengelola emosi, sehingga mereka merasa didengar dan didukung saat menghadapi masa-masa sulit.

4. Berikan Contoh yang Baik

Berikan contoh yang baik kepada anak dengan menunjukkan cara berkomunikasi terbuka dan jujur dengan orang lain, seperti dengan membagikan cerita pribadi tentang kesulitan berkomunikasi dengan orang tua atau orang lain.

Bersikaplah terbuka dan jujur tentang perasaan Anda sendiri agar anak merasa lebih nyaman untuk berbagi dengan Anda.

 

Baca halaman selanjutnya →

Selain itu, penting juga untuk meminta maaf kepada anak ketika melakukan kesalahan, mengakui kesalahan tersebut, dan menunjukkan bahwa Anda ingin belajar dari pengalaman tersebut.

5. Cari Bantuan Profesional

Jika Anda merasa kesulitan untuk membangun kembali kepercayaan dengan anak Anda, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional. Seorang terapis atau konselor dapat membantu Anda dan anak Anda untuk berkomunikasi dengan lebih efektif dan membangun hubungan yang lebih kuat.

Anda bisa menghubungi Layanan Doa dan Konseling CBN untuk mendapatkan layanan konselor profesional. Kami rindu menjadi sahabat bagi Anda di tengah pergumulan yang Anda hadapi saat ini.

Layanan Doa dan Konseling CBN bisa Anda hubungi melalui WA: 0822-1500-2424 dengan gratis, atau klik tombol ini.

 

Membangun kembali kepercayaan anak membutuhkan waktu dan usaha, tetapi dengan langkah-langkah yang tepat, Anda dapat membantu anak Anda merasa lebih nyaman untuk berbagi dengan Anda dan membangun hubungan yang lebih kuat.

Ingatlah bahwa setiap anak berbeda-beda dan memiliki kebutuhannya sendiri. Bersabarlah, dengarkan dengan penuh perhatian, dan tunjukkan kepada anak Anda bahwa Anda mencintai dan mendukung mereka.

Dengan cinta dan dukungan Anda, anak Anda akan belajar untuk kembali mempercayai Anda dan berbagi cerita mereka dengan Anda.

 

Sumber : jawaban.com
Halaman :
Tampilkan per Halaman

Ikuti Kami