Ajakan Ketum PGI Pdt. Gomar Gultom untuk Menerima Hasil Pemilu 2024 dengan Lapang Dada
Sumber: Canva.com

News / 15 February 2024

Kalangan Sendiri

Ajakan Ketum PGI Pdt. Gomar Gultom untuk Menerima Hasil Pemilu 2024 dengan Lapang Dada

Aprita L Ekanaru Official Writer
1904

Pada Kamis, tanggal 15 Februari 2024, Ketua Umum PGI, Pdt. Gomar Gultom, dengan tegas mengajak semua pihak untuk bersiap menerima dan menghormati hasil Pemilu 2024 dengan lapang dada. "Rakyat sudah menentukan pilihan, dan kita semua harus menghormati hasilnya. Saya berharap semua pihak siap menerima hasil dengan lapang dada," ujar Pdt. Gomar Gultom di Jakarta.

Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa meskipun hasil penghitungan cepat belum bersifat resmi, namun hasil akhir sudah dapat diperkirakan. Namun, diingatkannya agar semua pihak bersabar menunggu hasil akhir dari perhitungan manual yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

 

BACA JUGA: Dibalik Hasil Quick Count, Apakah Para Pendukung Siap Menang Tapi Tak Siap Kalah?

 

Pdt. Gomar Gultom menekankan pentingnya kembali merajut persatuan dan persaudaraan di tengah-tengah masyarakat, yang mungkin sempat terganggu oleh narasi-narasi kampanye yang terjadi sebelumnya. Hal ini dianggap penting demi kemajuan Indonesia ke depan. Beliau juga menyarankan bahwa jika ada ketidakpuasan atau keberatan dengan hasil Pemilu, maka haruslah diungkapkan melalui jalur-jalur yang tersedia, dengan disertai bukti dan data yang mendukung.

Sesuai dengan Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2022, rekapitulasi suara nasional Pemilu 2024 dijadwalkan berlangsung mulai dari tanggal 15 Februari hingga 20 Maret 2024. Sebelumnya, beberapa lembaga survei telah melakukan perhitungan cepat dan menetapkan bahwa pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka unggul dalam perolehan suara di Pilpres 2024.

 

Kepatuhan terhadap Prosedur Demokrasi


Pernyataan dari Ketua Umum PGI ini memberikan pengingat penting akan esensi dari proses demokrasi. Pemilihan umum adalah fondasi dari sistem demokratis, di mana keputusan dibuat oleh suara mayoritas. Oleh karena itu, kepatuhan terhadap prosedur dan hasil Pemilu adalah kunci dari kesejahteraan bersama.

Ketika sebuah negara mengalami periode pemilihan umum, penting bagi seluruh masyarakat untuk menjaga ketertiban dan menghormati hasilnya. Dalam proses demokrasi, setiap suara memiliki nilai yang sama, dan keputusan yang dihasilkan merupakan cermin dari kehendak rakyat.

 

BACA JUGA: Membangun Keintiman Rohani dengan Pasangan di Tengah Perbedaan Pilihan Capres

 

Membangun Kembali Kedamaian dan Persatuan


Dalam konteks yang lebih luas, panggilan dari Pdt. Gomar Gultom juga merupakan sebuah ajakan untuk membangun kembali kedamaian dan persatuan di tengah-tengah masyarakat. Pemilu sering kali menjadi momen yang memicu perpecahan di antara kelompok-kelompok yang berbeda.

Namun, setelah proses pemilihan selesai, penting bagi semua pihak untuk meninggalkan perbedaan dan bersatu kembali sebagai satu bangsa. Persatuan adalah kekuatan utama yang memungkinkan sebuah negara untuk berkembang dan mencapai potensinya.

Sumber : Website PGI
Halaman :
1

Ikuti Kami