PGI Kembali Melaksanakan Pelatihan Fasilitator Modul Pendidikan Politik bagi Warga Gereja
Sumber: Youtube Channel Andhy Richard

News / 8 June 2023

Kalangan Sendiri

PGI Kembali Melaksanakan Pelatihan Fasilitator Modul Pendidikan Politik bagi Warga Gereja

Bella Tiurma Official Writer
700

Dalam keterlibatan peran gereja pada isu sosial,politik, dan ekonomi, Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) kembali melaksanakan Pelatihan Fasilitator Modul Pendidikan Politik bagi Warga Gereja yang dilakukan di Grand Maleo Hotel, Makasar pada tanggal 6 – 8 Juni 2023. 

Pelatihan ini dihadiri oleh 35 orang peserta dari setiap perwakilan gereja yang menjadi anggota PGI yang berada di wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua, serta Persekutuan Gereja-Gereja Indonesa WIlayah (PGIW). 

Ketua umum PGI, Pdt. Gomar Gultom menyatakan dalam sambutannya bahwa gereja harus ikut terlibat dalam proses politik karena akan menentukan pencapaian keadilan dan kesejahteraan masyarakat. 

“Jeremia 29 : 7 telah mengamanatkan bahwa umat harus mengusahakan kesejahteraan kota dan mendoakannya. Ayat ini menjadi ajakan untuk tidak pasif menghadapi realitas dimana kita berada, sebaliknya harus aktif mensejahterakan masyarakat” Ujar Pdt. Gomar Gultom yang dikutip langsung dari laman resmi pgi.or.id.

 

Baca Juga : Seberapa Besar Peran Orang Kristen dalam Urusan Pemerintahan atau Politik?

 

Keterlibatan peran gereja dalam menangani isu-isu sosial, politik, dan ekonomi bukan hanya sekadar tentang kebutuhan hidup semata tetapi sebuah panggilan iman. Karena tidak ada penginjilan yang tidak ada keterikatan dengan sosial dan tidak ada pewartaan iman tanpa adanya sebuah perjuangan keadilan. 

Sebagai penanggung jawab pelatihan ini, Pdt. Henrek Lokra menyatakan bahwa kegiatan ini dibagi menjadi empat rangkaian kegiatan pendidikan politik yang dilaksanakan oleh PGI. Pertama, kegiatan dilakukan di Bali, dilanjutkan di Tangerang, Banten, lalu di Makassar, dan yang terakhir di Medan. 

Berdasarkan Program Kerja Lima Tahun (Prokelita) tahun 2019-2024, Keputusan sidang MPH dan MPL PGI tahun 2021, dan keputusan sidang MPL tahun 2023 di Balikpapan, dijadikan sebagai landasan dilaksanakannya pelatihan kegiatan pendidikan politik ini. Tujuan dari ini adalah memberikan panduan yang jelas mengenai arah politik kebangsaan serta tindakan yang harus diambil oleh gereja dalam menghadapi dan mengantisipasi kerentanan yang muncul akibat politisasi identitas yang mengancam demokrasi. 

 

Baca Juga : Inilah Himbauan dari BPP GBI dalam Memasuki Tahun Politik

 

Taget yang diharapkan sebagai hasilnya adalah terbangunnya peningkatan kesadaran 150 peserta perihal keterlibatan politik gereja dalam pemilu 2024, tersedianya modul Pendidikan Politik bagi seluruh gereja di Indonesia, dan tersedianya sumber daya manusia di setiap gereja pengutus yang mampu menindaklanjuti pendidikan politik di gereja masing-masing. 

Selain itu, PGI akan meluncurkan sebuah buku panduan (handbook) yang ditujukan untuk pemilih pemula, terutama mereka yang bersekolah di sekolah Kristen, dengan tujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik. Hal lain yang diharapkan pada pemuda gereja adalah akan berperan aktif dalam pemilihan umum 2024 setelah mendapatkan edukasi dari buku panduan tersebut. Tak hanya itu, sebanyak 600 pemilih pemula diharapkan akan menggunakan hak suara mereka dalam Pemilu 2024.

Sumber : pgi.or.id
Halaman :
1

Ikuti Kami