Penyebab Peran Perempuan Lebih Sedikit dalam Pelayanan
Sumber: canva.com

Kata Alkitab / 21 April 2023

Kalangan Sendiri

Penyebab Peran Perempuan Lebih Sedikit dalam Pelayanan

Wisnu Prianggani Contributor
664

Perempuan dan perannya di dalam pelayanan gereja sudah menjadi topik perdebatan selama bertahun-tahun. Bahab beberapa denominasi Kristen di beberapa bagian dunia menganggap bahwa perempuan tidak boleh memegang peran penting dalam gereja. Meskipun beberapa gereja lainnya percaya bahwa perempuan harus diberi kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam pelayanan gereja. Sebenarnya apa yang menjadi dasar dari pandangan-pandangan mengenai perempuan dan perannya dalam pelayanan?

Pandangan yang menganggap perempuan tidak boleh memegang peran penting dalam gereja sebenarnya didasarkan pada beberapa ayat Alkitab seperti dalam 1 Korintus 14:34-35, Paulus menulis: "Wanita-wanita hendaklah diam dalam sidang-sidang jemaat, karena tidak diperkenankan bagi mereka untuk berbicara; mereka harus tunduk, seperti yang juga ditegaskan dalam hukum." Ayat ini yang akhirnya memberi pandangan mengenai wanita tidak boleh mengajar atau memimpin di dalam gereja karena perintah Alkitab.

 

Baca Juga: Hari Kartini, Peran dan Rancangan Tuhan Atas Perempuan

 

Namun, tentu saja pandangan ini sudah banyak dipertanyakan oleh pandangan yang lain. Dalam Galatia 3:28, Paulus menulis “Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus.” Pandangan ini menganggap bahwa semua orang sama di dalam Kristus dan harus diberi kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam pelayanan gereja.

Selain dari pandangan yang secara langsung berasal dari ayat Alkitab, budaya patriarki juga menjadi faktor yang menyebabkan peran perempuan dalam pelayanan gereja lebih sedikit. Budaya patriarki menganggap bahwa perempuan tidak memiliki kapasitas yang sama dengan laki-laki untuk memimpin dan mengajar. Hal ini mengakibatkan kurangnya kesempatan bagi perempuan. Kadang-kadang perempuan dianggap hanya sebagai pendamping suami atau sebagai pekerjaan sampingan yang kurang penting. Padahal, pelayanan gereja yang dilakukan oleh perempuan sama pentingnya dengan yang dilakukan oleh laki-laki.

Oleh karena itu, sebenarnya penting bagi gereja untuk memberikan kesempatan yang sama bagi perempuan untuk melayani, terutama bagi mereka yang memiliki karunia untuk mengajar, memimpin, atau berkhotbah. Tidak membatasi karunia dan bakat yang diberikan oleh Tuhan hanya karena perbedaan gender. Ada banyak contoh dari perempuan yang menjadi pionir dalam pelayanan gereja. Maria Woodworth-Etter misalnya, seorang pengkhotbah terkenal pada abad ke-19 dan memimpin banyak orang untuk bertobat dan percaya kepada Tuhan. Di zaman sekarang juga banyak wanita pengkhotbah, guru Sekolah Minggu, pekerja sosial, dan pengkhotbah yang luar biasa lainnya yang memberikan dampak positif dalam pelayanan gereja.

 

Baca Juga: Perempuan Punya Peran, Berikut 5 Perempuan Penolong dan Penopang di Alkitab

 

Peran perempuan dalam pelayanan gereja telah menjadi topik perdebatan selama bertahun-tahun. Namun, sebagai orang Kristen, kita harus mengingat bahwa semua orang diciptakan sama oleh Allah dan diberi karunia yang berbeda-beda untuk melayani di dalam gereja. Tidak ada yang lebih baik atau lebih buruk dari yang lain karena setiap orang memiliki peran yang sama pentingnya dalam tubuh Kristus. Kita harus memberikan kesempatan yang sama bagi perempuan untuk melayani dalam gereja dan tidak membatasi karunia dan bakat yang diberikan oleh Tuhan hanya karena perbedaan gender.

Halaman :
1

Ikuti Kami