Bilangan Research Center Temukan Alasan Buat Jemaat Tak Kembali Ibadah Onsite
Sumber: Tribun Makassar

News / 30 November 2022

Kalangan Sendiri

Bilangan Research Center Temukan Alasan Buat Jemaat Tak Kembali Ibadah Onsite

Lori Official Writer
857

Di pertengahan tahun 2022, pandemi Covid-19 semakin membaik. Kondisi ini memungkinkan masyarakat kembali beraktivitas seperti sedia kala, termasuk kembalinya gereja mengadakan ibadah Onsite.

Tapi tahukah Anda, fenomena baru justru muncul dalam gereja. Berdasarkan hasil riset yang dilakukan oleh Bilangan Research Center (BRC) terhadap 406 pemimpin gereja lokal di Indonesia melalui survei Online, ditemukan respon beragam jemaat terkait ibadah Onsite. 

Hasil riset ini mengungkapkan bahwa sebanyak 46.8% jemaat masih takut atau kuatir tertular Covid-19, 42.7% jemaat lebih menyukai ibadah online, 13.5% jemaat memilih pindah ke gereja lain, 10.5% sudah tidak beribadah di hari minggu lagi dan 3.2% gereja mengaku belum mengadakan Sekolah Minggu karena anak belum divaksin.

 

Baca Juga: 3 Momen yang Dikangenin Waktu Ibadah di Gereja dan yang Gak Bisa Diganti di Ibadah Online

 

Dari beragam alasan ini, Bilangan Research Center menyoroti tantangan baru yang dihadapi sejumlah gereja besar dimana lebih dari 20% jemaatnya tidak kembali ibadah onsite dan lebih dari 10% jemaat memilih pindah ke gereja lain. Fenomena ini tampaknya tak bisa dihindari meskipun gereja sudah melakukan beragam upaya seperti mengingatkan tiap minggu saat ibadah, menghubungi anggota jemaat secara pribadi melalui SMS/WA/telepon, mengunjungi anggota jemaat dan membuat pengumuman ibadah melalui sosial media.

Tampaknya jemaat memiliki alasan lain untuk tidak kembali ke gereja. Karena itu gereja perlu meresponi tantangan baru ini sebagai bahan evaluasi untuk menjadikan gereja kembali sebagai tempat yang nyaman dan membuat jemaat mau kembali ke gereja.

Selain itu, hasil riset BRC juga mengungkapkan bahwa jemaat yang tidak kembali ke gereja kebanyakan terjadi di perkotaan. Sementara jemaat gereja di daerah masih menunjukkan animo yang tinggi terkait ibadah minggu.

 

Baca Juga: Inilah Cara Berpakaian yang Harusnya Kita Pakai Saat Ibadah di Gereja Maupun Online

 

Di sisi lain, jemaat yang tetap kembali beribadah onsite di gereja ditemukan memiliki beberapa alasan kuat untuk kembali, seperti:

  • Merasakan dampak positif kegiatan gereja (ibadah pembinaan dan sebagainya) terhadap pertumbuhan rohani.
  • Memiliki komunitas atau sahabat di gereja 
  • Mengambil peran atau tanggung jawab pelayanan 
  • Keluarga sudah turun temurun beribadah di gereja tersebut.
  • Keluarga besar selalu beribadah di gereja tersebut.
  • Memiliki hubungan dekat dengan gembala dan majelis
  • Rumah dekat dengan gereja

Pandemi Covid-19 rupanya telah menyebabkan dampak yang terbilang massive bagi gereja. Namun di satu sisi, gereja juga perlu meresponi kondisi ini dengan positif karena situasi ini bisa menjadi alasan gereja untuk lebih kuat.

Sumber : Bilangan Research Center | Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami