Fakta Alkitab: Kisah Bangsa Israel yang Hampir Dikutuk Oleh Paranormal Terkenal di Alkitab

Fakta Alkitab / 6 October 2022

Kalangan Sendiri

Fakta Alkitab: Kisah Bangsa Israel yang Hampir Dikutuk Oleh Paranormal Terkenal di Alkitab

Claudia Jessica Official Writer
787

Praktek Paranormal adalah hal yang umum dijumpai sejak dulu. Tapi Tahukah Anda bahwa bangsa Israel pernah disantet oleh paranormal papan atas?

Apa yang melatarbelakangi peristiwa itu dan bagaimana akhir ceritanya? Mari kita bahas!

Pada akhir 40 tahun perjalanan Bangsa Israel menuju Tanah Perjanjian atau Kanaan, mereka tiba di wilayah Moab. Di wilayah ini Bangsa Israel baru saja mengalahkan dua orang raja, yaitu Sihon, raja orang Amori, dan Og, Raja Basan.

Kemenangan Bangsa Israel ini membuat Balak bin Zipor, Raja moab menjadi ketakutan (Bil. 22: 2-3). Oleh karena itu, Balak mengirim utusan menemui seorang Paranormal papan atas yang bernama Bileam. Balak meminta bantuan Bileam untuk mengutuki Bangsa Israel. Hal ini dikarenakan jika Bangsa Israel menjadi lemah oleh kutukan itu, maka Balak bisa memukul kalah Israel.

Bileam dikenal sebagai Paranormal yang hebat karena memiliki ilmu tenung dahsyat. Jika ia mengatakan seorang diberkati, maka orang itu mendapat berkat. Sebaliknya jika ia mengucapkan kutukan, maka kutukan itu akan terjadi pada orang yang menjadi sasarannya (Bil. 22:6).

Kedudukan Balak sebagai Raja tidak serta-merta bisa memerintahkan Bileam untuk bersedia mendemonstrasikan kesaktiannya. Bileam sempat menolak utusan Balak yang pertama karena pada saat itu Tuhan melarang Bileam mengikuti kemauan Balak untuk mengutuk Bangsa Israel (Bil. 22:12), tapi Balak kembali mengirimkan utusan kedua. Kali ini, utusan Balak datang dengan tawaran upah yang lebih menggiurkan. Tetapi Bileam tetap menolak meskipun di satu sisi, Bileam masih memberi pengharapan pada Balak. Buktinya, Bileam meminta para utusan Balak yang kedua untuk menginap di rumahnya sementara Bileam menunggu keputusan Tuhan tentang permintaan Balak.

 

BACA JUGA: Apakah Orang Kristen Boleh Percaya Ramalannya?

 

Keesokan harinya, Tuhan mengijinkan Bielam yang pergi menemui Raja Balak di Moab. Tapi Tuhan mengingatkan Bileam untuk melakukan segala sesuatu yang hanya dikehendaki oleh Tuhan.

Perjalanan Bileam menemui Balak tidaklah mulus. Sebab keledai betina yang ditungganginya itu membuat ulah beberapa kali di sepanjang perjalanan. Ternyata tanpa sepengetahuan Bileam dan utusan Raja Balak, malaikat dengan pedang terhunus di tangan beberapa kali menghalangi langkah keledai itu.

Bileam memukul keledainya sampai tiga kali sebab setiap kali keledai itu melihat malaikat berdiri di hadapannya, maka keledai akan berusaha menghindar. Setelah keledai menerima pukulan ketiga kali, binatang itu berbicara kepada Bileam layaknya manusia. Tuhan membuat binatang itu berbicara kepada tuannya. Keledai itu mengajukan protes atas kekerasan yang dilakukan oleh Bileam (Bil. 22:28). Setelah itu, Tuhan menyingkapkan kedua mata Bileam sehingga ia bisa melihat Malaikat Tuhan dengan pedang terhunus berdiri di depannya.

Malaikat itu berkata bahwa seandainya keledai itu tidak menghindari pedang tersebut, maka nyawa Bileam pasti sudah melayang. Setelah itu, malaikat Tuhan mempersilahkan Bileam melanjutkan perjalanan serta mengingatkan Bileam untuk hanya menyampaikan sesuai Firman Tuhan kepada Balak.

 

BACA JUGA: Nabi Ini Bongkar Ilmu Sakti Nabi-nabi Baal

 

Meskipun awalnya Tuhan tidak menghendaki wilayah memenuhi panggilan Balak, tapi kemudian Tuhan membiarkan Bileam untuk menemui Balak. Dalam hal ini, Tuhan memberikan ruang pada Bileam untuk menggunakan kehendak bebasnya sebagai manusia. Meskipun Tuhan tetap memegang kendali atau segala tindakan Bileam. Tuhan tidak bisa begitu saja membiarkan siapapun menghancurkan bangsa pilihannya itu.

Begitu sampai di Moab, Balak membawa Bileam ke puncak bukit Baal. Balak memperlihatkan pada Sang Peramal bagian ujung dari barisan pasukan Israel dan meminta Bileam untuk melepaskan kutuk pada Israel. Tapi ketika Bileam meminta konfirmasi pada Tuhan mengenai apa yang harus ia lakukan, Tuhan meminta Bileam untuk memberkati Israel. Balak memprotes tindakan Bileam, tetapi Bileam mengingatkan bahwa ia hanya melakukan kehendak Tuhan.

Selanjutnya Balak mengajak Bileam ke tempat lain, yaitu Puncak Pisga. Balak mengajak Bileam melihat Bangsa Israel dari sudut lain, siapa tahu Bileam mau melepaskan kutuk dari tempat itu. Sayangnya upaya Balak yang kedua ini tak membuahkan hasil juga. Tuhan tetap memerintahkan Bileam untuk mengucapkan berkat kepada Israel.

Balak jengkel dengan kegagalan kedua ini dan ia sempat berkata bahwa ia tidak keberatan jika Bileam tidak mengutuki Israel, tetapi sebaliknya Bileam juga tidak memberkati bangsa pilihan itu (Bil. 23:25). Masih belum menyerah, Balak mengajak Bileam untuk melihat Bangsa Israel dari puncak Gunung Peor. Balak mengajak Bileam bisa mengutuki Bangsa Israel dari sana. Tapi Balak kembali kecewa bahkan naik pitam melihat tindakan Bileam tersebut.

 

 

BACA JUGA: Riwayat Hidup Murid Yesus: Yudas Tadeus, Penulis Kitab Yudas

 

Bagaimana tidak, Balak tiga kali meminta Bileam mengutuk ke Israel tetapi malah tiga kali ia memberkati Israel. Ditambah lagi Bileam menyampaikan nubuatan yang isinya adalah tentang kehancuran Bangsa Moab oleh kekuatan Israel (Bil. 24:17). Akhirnya Balak membatalkan rencananya mengutuki Israel. Balak tidak memperoleh keinginannya dan Bileam tidak mendapatkan upah.

Mungkin diantara kita masih ada yang mengandalkan praktek-praktek Paranormal untuk melancarkan rencana atau tujuan kita. Tapi ketahuilah bahwa berkat sejati datangnya hanya dari Tuhan. Jika ada diantara Anda yang masih terikat dengan hal-hal seperti ini, kami mengajak Anda untuk menghubungi Sahabat24 agar dapat terbebas dari kuasa-kuasa gelap dan memperoleh kemerdekaan sejati yang asalnya dari Tuhan.

Hubungi Sahabat24 melalui WhatApp di nomor 0822-1500-2424 atau klik bit.ly/InginDidoakan

 

Sumber : jawaban channel
Halaman :
1

Ikuti Kami