Penganiayaan Global Meningkat, Orang Kristen Amerika Berkumpul dalam March for the Martyrs

News / 26 September 2022

Kalangan Sendiri

Penganiayaan Global Meningkat, Orang Kristen Amerika Berkumpul dalam March for the Martyrs

Claudia Jessica Official Writer
609

Ratusan orang Amerika dari seluruh negeri berkumpul di National Mall pada hari Sabtu, untuk March for the Martyrs tahunan ketiga pada 24 September.

Gerakan tersebut didirikan oleh organisasi For the Martyrs, yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran atas penganiayaan umat Kristen sambil memberikan kesempatan pada orang percaya untuk berdiri dalam solidaritas dengan mereka yang menderita karena iman mereka.

Menurut pengawas penganiayaan Open Doors World Watch List, satu dari tujuh orang Kristen di seluruh dunia, menghadapi penganiayaan karena iman mereka. Jumlah itu terus bertambah hingga 20 juta orang percaya pada tahun lalu karena situasi yang dihadapi oleh orang Kristen di negara-negara seperti Afghanistan, Korea Utara, dan Nigeria yang terus memburuk.

 

BACA JUGA: Riset Nyatakan Persekusi Meningkat di Dunia, 8 Orang Kristen Martir Per Harinya

 

Para peserta yang berkumpul di National Mall mengadakan reli pembukaan pada pukul 15.00 EST, dan melakukan pawai pada pukul 16.00 EST. Doa Malam untuk Orang yang Dianiaya berlangsung pada pukul 17.00 EST di Museum Alkitab.

“Kami sedang dalam misi untuk memerangi kesunyian di media dan di dalam gereja yang telah menutup mata terhadap orang-orang Kristen yang dianiaya yang menderita karena iman,” kata Gia Chacón, pendiri For the Martyrs.

“Sebagai anggota tubuh Kristus, orang-orang Kristen yang teraniaya layak mendapatkan doa kita dan membutuhkan suara kita. Ada peningkatan kekerasan terhadap orang-orang Kristen tanpa malu-malu, dan selama mereka berada dalam bahaya atau penderitaan karena iman mereka, kami akan hadir untuk meningkatkan kesadaran dan mengadvokasi mereka,” lanjutnya.

Aktivis hak asasi manusia dan mantan pemain NBA, Enes Kanter Freedom akan menjadi headline daftar pembicara di acara tersebut bersama David Curry, CEO Open Doors USA , Esther Zang, yang selamat dari penganiayaan di China, dan Andrew Brunson, seorang pendeta yang menghabiskan dua tahun sebagai tahanan politik di Turki.

 

BACA JUGA: Pilih Mati Martir, Pria Kirsten India Ini Meneguhkan Iman Istrinya

 

“Jutaan saudara dan saudari kita di seluruh dunia menghadapi pelecehan, kekerasan fisik, bahkan kematian karena iman mereka kepada Yesus,” kata kata David Curry, CEO Open Doors USA. “Kami senang bermitra dengan Gia dan March for the Martyrs untuk berdoa, berbicara atas nama mereka yang menderita bagi Kristus,” lanjutnya.

March for the Martyrs adalah gerakan pertama dari jenisnya dalam solidaritas dengan gereja yang teraniaya yang menyatukan suara-suara kuat yang memberikan kesaksian, pendidikan, doa dan saksi bagi orang Kristen yang dianiaya di seluruh dunia.

Pawai ini diselenggarakan oleh March for the Martyrs, sebuah organisasi nirlaba yang berupaya meningkatkan kesadaran tentang krisis penganiayaan umat Kristen, mengadvokasi kebebasan beragama, dan memberikan bantuan kepada orang-orang Kristen yang menderita di seluruh dunia.

 

BACA JUGA: Martir Panggilan Atau Pilihan? #kataAlkitab Bareng Ps. Thomas Endang

 

Sumber : religionnews.com
Halaman :
1

Ikuti Kami